JEPARA (SUARABARU.ID) — Ajang kreativitas generasi muda bertajuk “Jepara Youth Designer” sukses menghadirkan perpaduan menarik antara dunia fashion dan seni pertunjukan pada Minggu malam, 12 April 2026.
Acara yang merupakan serangkaian acara HUT Jepara ke-477 ini menampilkan karya-karya desainer muda Jepara dalam balutan fashion show yang dikemas artistik, berpadu dengan teatrikal puisi tari yang sarat makna.
Pagelaran dibuka dengan penampilan tari Gambyong dari Sanggar Laras Batealit. Tarian pembuka ini menghadirkan nuansa klasik Jawa yang anggun, sekaligus menjadi pengantar suasana menuju rangkaian pertunjukan berikutnya.
Puncak acara ditandai dengan teatrikal tari puisi yang dibawakan oleh Sanggar Kalinyamat berkolaborasi dengan Billa Project. Pertunjukan yang melibatkan total 10 pemain ini mengangkat judul “Epos Tiga Tokoh Pahlawan Wanita Jepara”, sebuah karya yang menggambarkan ketangguhan dan peran perempuan dalam sejarah Jepara yaitu Ratu Shima, Ratu Kalinyamat dan Pahlawan Emansipasi Kartini.
Koreografi garapan Bila, Lala, dan Imbi ini disutradarai oleh Asyari Muhammad. “Dalam pementasannya, unsur simbolis sangat menonjol melalui perpaduan antara tari utama dan pendukung, serta eksplorasi performance art dengan gerak ekspresif yang sarat makna. Setiap adegan dirancang untuk menghadirkan interpretasi artistik terhadap nilai kepahlawanan, keberanian, dan keteguhan perempuan Jepara,” terang Asyari.
Selain menjadi tontonan, pertunjukan ini juga menyampaikan gagasan penting tentang perkembangan seni tari. Menurut Asyari, perpaduan berbagai genre dalam satu panggung menunjukkan bahwa tari memiliki ruang luas untuk dikembangkan secara kreatif dan evolutif. Unsur-unsur seni lain seperti teater, puisi, dan visual mampu menyatu, menciptakan pengalaman estetika yang lebih kaya.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir sinergi antar komunitas seni dan generasi muda untuk terus berkolaborasi. Penyatuan berbagai genre dan ide kreatif dinilai menjadi kunci agar seni pertunjukan, khususnya tari, tetap lestari sekaligus relevan dengan perkembangan zaman,” pungkasnya.
Jepara Youth Designer pun tidak sekadar menjadi ajang pamer karya, tetapi juga ruang pertemuan gagasan, ekspresi, dan semangat kolaboratif demi masa depan seni budaya yang terus hidup dan berwarna.
Septiana W.













