blank
Sekretaris Komisi C DPRD Jepara, Hj. Lusiana Afrianti, S.Psi, M.M.. Dok Pribadi

JEPARA (SUARABARU.ID) – Ada pernyataan menarik yang disampaikan Sekretaris Komisi C DPRD Jepara, Hj. Lusiana Afrianti, S.Psi, M.M. saat ditanya  seputar peringatan Hari Kartini Ke-147 Tahun 2026, Senin (13/4-2026) di kediamannya, Margoyoso, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara.

Menurut anggota DPRD Jepara yang pada Pemilu 2024 mendapatkan  13.120 suara ini, R.A. Kartini  berjuang bukan dalam peperangan dengan memegang senjata. “Beliau berjuang dengan gagasa-gagasan besar untuk bangsanya. Karena itu gagasan R.A. Kartini  akan senantiasa  abadi dan dapat menjadi sumber inspirasi bangsa dalam berbagai situasi.

“Semua yang dilakukan oleh R.A. Kartini adalah wujud cinta dan perhatian kepada bangsanya. Bahkan beliau selalu bersedia mengorbankan kepentingan pribadinya,” ujar Hj. Lusiana Afrianti, S.Psi, M.M.

blank
Hj. Lusiana Afrianti, S.Psi, M.M. dalam peluncuran buku Mozaik Gagasan R.A. Kartini untuk Bangsanya. FotoL Dok

Lebih jauh politisi dari Partai Persatuan Pembangunan  ini  menjelaskan, R.A. Kartini  tidak hanya memperjuangkan persamaan hak antara laki-laki dan perempuan yang ingin dicapai melalui pendidikan, tetapi  juga tentang persamaan antar bangsa. “Karena pemikiran dan gagasannya, ia menjadi inspirasi perjuangan para pemuda pergerakan waktu itu. Bahkan ia kemudian dipanggil sebagai Ayunda dan pokok-pokok pikirannya dijadikan pedoman resmi perjuangan para mahasiswa,” tambah Hj. Lusiana Afrianti

R.A. Kartini menurut  Hj. Lusiana Afrianti, S.Psi, M.M. tidak hanya berjuang untuk perempuan.“Beliau memiliki perhatian dan pemikiran besar terhadap dunia pendidikan, kesehatan, kebudayaan, kesejahteraan masyarakat dan bahkan agama,” ujarnya.

Keinginan R.A. Kartini untuk dapat belajar  Al Qur’an yang disampaikan kepada Kyai Sholeh Darat, menjadi titik awal pengajaran Islam modern di Indonesia. Sebab kemudian Kyai Sholeh Darat menuliskan terjemahannya yang kemudian diberikan kepada R.A. Kartini.

Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya, diwujudkan dalam tindakannya membina para perajin ukir, batik, perajin emas dan tenun. Bahkan kemudian mereka dibimbing langsung oleh R.A. Kartini. “Seni  ukir Jepara bisa berkembang seperti sekarang ini, salah satu yang memiliki peran besar adalah R.A. Kartini,” tutur Hj. Lusiana.

R.A. Kartini juga memiliki kebiasaan yang patut menjadi contoh pelajar dan mahasiswa saat ini. “Beliau adalah manusia  pembelajar yang sangat suka membaca dan memiliki kebiasaan menuliskan gagasan-gagasan melalui surat-surat dan kemudian mendiskusikannya dengan para  sahabat,” terangnya.

Karena itu harapan Hj Lusiana, saat kita memasuki peringatan Hari Kartini, sebaiknya kita mau belajar dari gagasan dan spirit R.A. Kartini. “ Kita tidak boleh hanya terjebak pada kegiatan serimonial dan kemeriahan. Namun kita mulai membiasakan diri  untuk belajar dari gagasan-gagasan R.A. Kartini yang abadi,” pungkasnya.

Hadepe