blank
Saiful saat menyampaikan materi tentang kepemimpinan. Foto: dok/usm

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Direktur USM TV, Dr Saiful Hadi MKom menegaskan, kepemimpinan merupakan sebuah perjalanan panjang, yang menuntut ketangguhan menghadapi sebuah proses.

Hal itu seperti yang dia sampaikan, saat memberikan materi dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), yang digelar Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Semarang, Sabtu (11/4/2026).

”Tidak ada yang instan di dunia ini. Hasil itu tidak akan pernah mengkhianati prosesnya. Untuk menjadi seorang pemimpin yang tangguh, perlu sebuah proses yang panjang,” kata Dr Saiful.

BACA JUGA: Himmatisi FTIK USM Kenalkan ‘Machine Learning’ di SMK LPI Semarang

blank
Usai menjadi narasumber atau pemateri, Dr Saiful menerima kenang-kenangan dari panitia penyelenggara. Foto: dok/usm

Kalimat ini menjadi pembuka untuk mengingatkan peserta, bahwa kematangan seorang pemimpin ditempa melalui waktu, bukan hanya karbitan. Salah satu poin menariknya yakni, sikap rendah hati dalam belajar, dan memiliki mentalitas open mind.

”Setinggi apapun ilmu yang dimiliki, seorang pemimpin tidak boleh merasa paling pintar. Dengan menjadi “botol kosong”, seseorang akan selalu siap menerima masukan, kritik, dan ilmu baru dari mana saja,” tambahnya

Terkait kualitas lulusan, dia memberikan pesan bagi para mahasiswa. Menurutnya, gengsi kampus bukanlah penentu utama kesuksesan. ”Mau kuliah di mana pun, semua kembali ke diri masing-masing. Karena kalau mau maju, itu sangat tergantung pada karakter masing-masing,” imbuhnya.

BACA JUGA: Pelatihan Inovasi Pengolahan Jagung di SMKN 1 Bawen

Dalam materinya, Dr Saiful juga memperkenalkan konsep lima karakter pemimpin yang ideal, yaitu Bener, Pinter, Angker, Keker, dan Kober. Kombinasi antara kecerdasan intelektual, integritas, kewibawaan, kekuatan mental, serta kemauan untuk meluangkan waktu bagi anggota, jadi kunci kepemimpinan yang disegani.

Selain itu, dibedah pula elemen penting dalam membangun tim. Mulai dari penentuan tujuan (goal) pemberian motivasi, hingga pentingnya kontribusi dan dukungan antaranggota.

”Kesuksesan tidak mungkin dicapai sendirian. Kolaborasi merupakan harga mati untuk menghasilkan kekompakan yang solid,” imbuhnya

Riyan