SEMARANG (SUARABARU.ID)– Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Semarang (USM), belum lama ini menggelar pelatihan inovasi pengolahan jagung, bagi siswa kelas XII Jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) SMKN 1 Bawen, Kabupaten Semarang.
Kegiatan ini menitikberatkan pada penerapan teknologi pengkayaan gizi (fortifikasi) serta fermentasi, sebagai upaya minikitchen nilai tambah produk berbahan dasar jagung.
Ketua Tim PKM, Anisa Rachma Sari menyampaikan, selama ini jagung kerap diolah secara konvensional, seperti menjadi produk bakery. Padahal menurut dia, pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan kandungan gizi sekaligus manfaat kesehatannya.
BACA JUGA: Orma Fakultas Teknologi Pertanian USM Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan
Dia menjelaskan, salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam pelatihan itu adalah pembuatan yogurt berbahan dasar susu jagung, sebagai alternatif pengganti susu hewani.
Menurutnya, produk hasil fermentasi itu mengandung berbagai senyawa yang bermanfaat bagi tubuh. Anisa menuturkan, yogurt jagung memiliki kandungan asam organik, seperti asam laktat, peptida aktif, dan asam amino yang berperan dalam menjaga kesehatan.
”Produk ini berpotensi membantu meningkatkan kesehatan pencernaan, sekaligus mendukung sistim imun tubuh,” ujarnya.
BACA JUGA: Rektor USM Terima Penghargaan Top Creative Leader Award 2026
Sementara itu, anggota tim Prof Haslina menambahkan, fortifikasi menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pangan berbasis jagung. Dia mengungkapkan, teknologi pengkayaan gizi bertujuan untuk mencegah kekurangan zat gizi mikro, baik vitamin maupun mineral, pada masyarakat.
Disampaikan juga, salah satu contoh penerapannya yakni penambahan zat besi, zinc, vitamin A, dan asam folat pada tepung jagung.
”Melalui fortifikasi, produk olahan jagung tidak hanya menjadi sumber energi, tetapi juga dapat mendukung pemenuhan gizi dan diversifikasi pangan yang lebih sehat,” tukas diaa.
Riyan













