JEPARA (SUARABARU.ID) -Sebuah kisah transformasi dan ketangguhan ditunjukkan oleh Adrian Julio Pratama, siswa kelas XI 2 IPA, SMA Negeri 1 Kembang. Putra pasangan Jumintar dan Sriana yang tinggal di RW 03 /RT 16 ini berhasil raih gelar Juara 1 kategori kelas under 61kg dengan lawannya Muhammad Sulthon asal Rembang, di ajang tinju hasil kolaborasi Fighting Brotherhood Organizer (FBO) Jepara Mulus dan Shaduk Jotosh di Alun-Alun 1 Jepara, pada Sabtu (11/4/2026) siang.
Dibalik keberhasilannya, cowok kelahiran 2009 ini mengungkapkan motivasi terbesar untuk terjun ke dunia bela diri adalah untuk mematahkan stigma dan perundungan yang dialaminya di masa lalu.

“Motivasi saya agar tidak diremehkan teman-teman. Dulu saya sering di remehkan dan di bully, karena saya obesitas” ujar Adrian saat usai pertandingan.
Perjalanan Adrian menuju ring tinju tidaklah instan. Selama enam bulan terakhir, Adrian telah menekuni cabang olahraga Wushu Sanda di Camp Arena Jepara. Selain itu, Adrian juga menekuni cabor pencak silat di Pagar Nusa untuk mengasah kemampuannya dalam bela diri.

Selama masa persiapan, Adrian menjalani pola hidup disiplin untuk menjaga kondisi fisik dan pernapasannya, serta melakukan latihan intensif yang didampingi langsung oleh pelatih nasional.
Ajang yang juga diikuti oleh atlet dari berbagai daerah seperti Medan hingga peserta internasional dari Brunei Darussalam ini menjadi batu loncatan penting bagi Adrian. Baginya, kemenangan ini hanyalah awal dari perjalanan karier olahraganya.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa menang karena memang sudah semangat latihan dari kemarin-kemarin. Ini benar-benar menjadi bukti bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil dan semoga saya bisa konsisten lagi kedepannya,” tambahnya.
Setelah sukses membuktikan diri di rumah sendiri, Adrian kini menatap kompetisi yang lebih besar. Ia menargetkan diri untuk bisa berprestasi dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah yang rencananya akan digelar pada September mendatang.
Kisah Adrian menjadi bukti nyata bahwa keterpurukan akibat bullying dapat diubah menjadi energi positif yang berbuah prestasi, sekaligus menginspirasi pemuda Jepara lainnya untuk berani bermimpi dan bekerja keras.
Hadepe – Eky Putri Febriyani













