blank
K.H. Ali Mursyid (Islam), Pdt. Danang Kristiawan (Kristen), Romo Ganang (Katolik), Bopo Ngarbianto (Hindu), Bopo Suprianto BA. MA (Budha), Hoe Chuan Khi (Konghuchu), dan Ismoyo Eko Nur Retno (Penghayat Kepercayaan).. Foto: Syafiq

JEPARA (SUARABARU.ID – Sebanyak tujuh pemuka agama dan aliran kepercayaan di Kabupaten Jepara turut pimpin doa bersama dalam acara Wilujengan Negari  yang merupakan salah satu rangkaian Peringatan Hari Jadi Jepara ke-477 di Alun-Alun Jepara pada Jumat (10/4/2026) malam.

Tokoh  tersebut adalah K.H. Ali Mursyid (Islam), Pdt. Danang Kristiawan (Kristen), Romo Ganang (Katolik), Bopo Ngarbianto (Hindu), Bopo Suprianto BA. MA (Budha), Hoe Chuan Khi (Konghuchu), dan Ismoyo Eko Nur Retno (Penghayat Kepercayaan).

Para pemimpin lintas iman tersebut secara bergantian memanjatkan doa untuk keselamatan dan kemakmuran warga Jepara. Selaras dengan tema yang diangkat pada perayaan Hari Jadi Jepara yaitu “Kerja Tulus Wujudkan Jepara Mulus (Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius)”.

blank
Warga antusias ikuti acara Wilujengan Negari yang digelar dalam rangka peringatan Hari Jadi Jepara ke- 477. Foto: Syafig

Tema tersebut mengandung makna ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk bekerja dengan ketulusan demi mewujudkan daerah yang sejahtera, berdaya saing, terjaga kelestarian alamnya, serta berakhlak mulia.

Acara ini dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Jepara, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seluruh Kepala Puskesmas se-Kabupaten Jepara, serta para camat.

blank

Salah satu pengunjung dari Karimun Jawa, Mei Shinta menyampaikan bahwa acara tersebut bukan sekedar seremonial tetapi bentuk syukur masyarakat terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

“Ini bukan sekadar seremonial, tapi juga sebagai bukti bahwa Jepara adalah rumah yang nyaman bagi siapa saja. Doa dari berbagai keyakinan ini adalah kekuatan kolektif kita,” ujarnya.

blank

Masyarakat Jepara dengan antusiasnya memadati Alun – Alun untuk ikut andil dan menyaksikan jalannya kegiatan tersebut secara langsung.

Kegiatan doa bersama ini bukan hanya sekedar seremonial perayaan Hari Jadi ke-477 Kabupaten Jepara, tetapi juga menjadi pesan kuat ke seluruh penjuru negeri bahwa toleransi di Jepara sangatlah kuat.

blank

Usai doa bersama, dilanjutkan dengan ramah tamah dan harapan agar di usia yang hampir mencapai lima abad ini, Jepara semakin gemah ripah loh jinawi di bawah naungan harmoni warganya.

Septiana W – Eky Putri dan Ika Putri