blank
Personel Polres Grobogan melakukan pengamanan di depan pagar pintu masuk GKJ Purwodadi, Jumat (3/4/2026). Foto: dok Polres Grobogan.
GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Polres Grobogan melaksanakan pengamanan gereja secara maksimal saat peringatan Jumat Agung dengan menerjunkan ratusan personel di berbagai titik ibadah guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
Dalam rangka pengamanan gereja pada Jumat Agung, Polres Grobogan juga mengerahkan dukungan anjing pelacak sebagai bagian dari langkah preventif untuk menjaga keamanan seluruh rangkaian ibadah.
Polres Grobogan mengoptimalkan pengamanan dengan menempatkan ratusan personel di sejumlah gereja yang tersebar di wilayah Grobogan.
BACA JUGA : Ritual Jalan Salib, Digelar di Gunung Gandul dan di Sonopraloyo
Petugas disiagakan di berbagai titik strategis guna memastikan kegiatan ibadah umat Kristiani berjalan lancar tanpa gangguan.
Total sebanyak 406 personel diterjunkan untuk mengawal jalannya ibadah di sejumlah gereja yang menjadi tempat ibadah Jumat Agung, Jumat (3/4/2026).
Langkah pengamanan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai satuan fungsi di lingkungan kepolisian.
Petugas tidak hanya berjaga di area gereja, tetapi juga mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi ibadah.
Kasat Samapta Polres Grobogan AKP Candra Bayu menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga keamanan masyarakat selama kegiatan berlangsung.
“Pengamanan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengaturan lalu lintas, penjagaan di lokasi ibadah, hingga patroli,” ujar AKP Candra Bayu.
Selain penjagaan statis, petugas juga melakukan patroli rutin di sekitar gereja untuk memastikan kondisi tetap kondusif.
Sebelum ibadah dimulai, petugas melakukan sterilisasi lokasi sebagai bagian dari prosedur pengamanan.
BACA JUGA : IKWI Resmi Kantongi Hak Paten Logo, Perkuat Legalitas Organisasi
Unit Sat Samapta turut mengambil peran aktif dengan menerjunkan anjing pelacak ke sejumlah gereja.
Anjing pelacak tersebut digunakan untuk menyisir seluruh area gereja dari kemungkinan adanya benda mencurigakan.
Proses sterilisasi difokuskan pada gereja-gereja besar yang menjadi pusat kegiatan umat Kristiani.
Petugas memeriksa setiap sudut lokasi, mulai dari ruang ibadah hingga fasilitas penunjang lainnya.
AKP Candra Bayu menjelaskan bahwa penggunaan anjing pelacak merupakan prosedur standar dalam pengamanan objek vital.
“Sterilisasi dengan anjing pelacak kami lakukan untuk memastikan tidak ada benda berbahaya,” jelasnya.
Langkah preventif tersebut dilakukan guna memberikan rasa aman kepada seluruh jemaat yang hadir.
Seluruh personel yang bertugas juga telah menerima arahan agar menjalankan tugas secara profesional dan humanis.
Pendekatan persuasif tetap menjadi prioritas dalam setiap interaksi petugas dengan masyarakat.
Polres Grobogan juga menjalin koordinasi yang baik dengan pihak gereja untuk mendukung kelancaran pengamanan.
Sinergi antara kepolisian dan pengurus gereja dinilai efektif dalam menciptakan suasana ibadah yang aman dan nyaman.
BACA JUGA : Alih Fungsi Lahan, Apakah Pelanggaran?
Petugas turut melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan jemaat secara selektif sebagai bagian dari deteksi dini.
Dengan pengamanan gereja pada Jumat Agung ini, Polres Grobogan berupaya meminimalisir potensi gangguan sekaligus memastikan seluruh rangkaian ibadah berlangsung tertib.
“Terima kasih kepada anggota Polres Grobogan yang turut melakukan pengamanan selama ibadah Jumat Agung di gereja kami. Semoga, Tuhan memberkati juga pelayanan jajaran Polres Grobogan,” ujar Seto, jemaat dari GKJ Purwodadi.
TYA WIDYA