JEPARA (SUARABARU.ID) – Dalam rangkaian kegiatan Road to Festival Film Anak Bangsa (FFAB) 2026 yang diselenggarakan oleh GsT Production dengan tema “Scene the Unseen”, panitia kembali menggelar pemutaran dan diskusi film Putaran 3 yang berlangsung pada Minggu, 29 Maret 2026, bertempat di Sunflo House. Acara ini dimulai pukul 19.00 WIB dan terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya.

Acara dibuka oleh Komisaris Utama GsT production Irianto Gunawan, dalam sambutannya beliau menantang insan film Jepara untuk turut dalam FFAB 2026. Mudah-mudahan dalam waktu satu bulan ini karya teman-teman jepara akan segera bermunculan.
Pada putaran kali ini, audience yang hadir tidak hanya dari jepara, mereka berasal dari berbagai kota diantaranya tiga karya film diputar dan didiskusikan bersama peserta, yaitu “Mulih” dan “Surat Keterangan Tidak Mampu” karya Filmaker Internasional Cornel Innos, serta “Memori Air” karya Imam Syafii yang pada tahun kemarin memenangkan Best Short Film FFAB 2025 tahun kemarin.

Ketiga film tersebut menghadirkan beragam perspektif cerita yang menggugah serta sarat akan pesan sosial. Salah satunya adalah adalah Film “Mulih” yang bercerita tentang ketakutan seorang anak kepada ayahnya ketika mendapatkan nilai sekolah yang buruk. Dan selesai bagaimana ayahnya menyelesaikan masalah dengan ajaran kebijakan.
Dalam diskusi Innos menyampaikan bahwa film Mulih juga salah satu contoh dari tema FFAB 2026 kali ini. Sebagai narasumber utama dia juga berbagi pengalaman kreatifnya dalam proses produksi film, mulai dari pengembangan ide, menulis scrip hingga eksekusi di lapangan.

“Menurut saya dalam membuat scrip yang baik adalah semakin banyak POV yang justru akan lebih memperkaya ide dan karya, lanjutnya kita juga harus memfilter menjadi film yang sesuai dengan karya yang ingin kita buat,” ujar Innos saat sesi diskusi.
Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif dari para peserta yang terdiri dari komunitas film, pelajar, hingga masyarakat umum.
Panitia FFAB 2026 Melly menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun ruang apresiasi sekaligus edukasi bagi para pecinta film, khususnya di daerah. Melalui forum ini, diharapkan dapat mendorong teman-teman untuk berani mengeksplorasi cerita-cerita lokal dengan sudut pandang yang segar.
Selain itu, panitia juga menambahkan bahwa pendaftaran dan info lebih lanjut Festival Film Pendek FFAB 2026 bisa diakses pada www.festivalfilmanakbangsa.com dan masih dibuka hingga 30 April 2026.
Acara ini pun mendapat sambutan hangat dari peserta yang hadir. Mereka mengaku mendapatkan pengalaman berharga serta wawasan baru dari diskusi yang berlangsung santai namun mendalam. Panitia berharap kegiatan screening seperti ini dapat terus berlanjut dan rencananya juga akan digelar di Pati pada waktu dekat sebagai bagian dari perjalanan menuju Festival Film Anak Bangsa 2026.
Septiana W.













