blank
Anggota DPRD Kudus Rochim Sutopo. foto: dok

KUDUS (SUARABARU.ID) – Anggota DPRD Kudus dari PAN, Rochim Sutopo, menanggapi pernyataan Prabowo Subianto terkait rencana konversi kompor elpiji ke kompor listrik sebagai bagian dari transisi energi nasional.

Rochim menyebut, pembahasan konversi energi saat ini masih berlangsung antara pemerintah pusat dan DPR. Meski demikian, pihaknya menilai daerah perlu mulai bersiap menyongsong perubahan menuju penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.

“Antara Presiden dan DPR sedang membahas konversi energi terbarukan. Kita di daerah harus mulai berbenah dan siap-siap menyongsong era energi baru, dari BBM ke listrik,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Ia menekankan pentingnya sosialisasi sejak dini kepada masyarakat agar memahami arah kebijakan tersebut. Menurutnya, masyarakat perlu diberi pilihan yang jelas terkait penggunaan energi, baik yang berbasis bahan bakar minyak (BBM) maupun listrik.

“Sedini mungkin kita sampaikan ke masyarakat. Nantinya ada pilihan, apakah tetap menggunakan BBM yang lebih mahal atau beralih ke listrik yang lebih murah dan berdampak lebih baik bagi lingkungan,” jelasnya.

Rochim juga menegaskan bahwa konversi energi terbarukan merupakan langkah yang tidak bisa dielakkan. Selain mendorong efisiensi, kebijakan ini juga dinilai memiliki dampak positif terhadap kelestarian lingkungan.

“Konversi energi terbarukan ini menuntut efisiensi sekaligus memberikan dampak lingkungan yang lebih sehat,” tambahnya.

Dengan adanya wacana tersebut, Rochim Sutopo berharap masyarakat dapat mulai beradaptasi dan mendukung kebijakan pemerintah dalam mewujudkan energi bersih dan berkelanjutan di masa depan.

Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto melontarkan rencana kebijakan konversi kompor elpiji ke kompor listrik dalam rangka mengurangi ketergantungan pada BBM. Hal ini tak lepas dari konflik global yang membuat harga minyak dunia melambung.

Ali Bustomi