blank
Mobilitas masyarakat di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Kota Semarang, Jumat, 13 Maret 2026. (Foto: Diaz A Abidin)

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Pergerakan penumpang dan pesawat di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Kota Semarang diprediksi mengalami kenaikan pada Angkutan Lebaran 2026 atau 1447 H, dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Berapa kenaikannya?

General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang Sulistyo Yulianto, mengatakan, PT Angkasa Pura Indonesia telah membuka Posko Angkutan Udara Lebaran 2026. Mulai dari 13-30 Maret 2026 atau 18 hari.

”Selama 18 hari posko, jumlah pergerakan penumpang diprediksi mencapai 154.613 penumpang atau mengalami peningkatan sebesar 5%,” katanya usai pembukaan posko tersebut, Jumat, 13 Maret 2026.

Dikatakan Sulistyo, untuk pergerakan pesawat diprediksi mencapai 1.173. Angka ini diprediksi meningkat sebesar 8% dibandingkan periode Angkutan Lebaran 2025.

Adapu, kata dia, puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada 19 Maret 2026 dengan prediksi mencapai 10.445 penumpang. Sedangkan puncak arus balik diprediksi akan terjadi pada 28 Maret 2026 yang mencapai 11.480 penumpang.

blank
General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang Sulistyo Yulianto, saat memberikan keterangan kepada awak media, usai pembukaan posko Angkutan Lebaran 2026, Jumat, 13 Maret 2026. (Foto: Diaz A Abidin)

Penambahan Penerbangan

Lebih lanjut, Sulistyo mengatakan, akan melakukan antisipasi lonjakan penumpang yang dilaksanakan melalui penambahan penerbangan (extra flight). Merujuk, data extra flight di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, untuk periode Angkutan Lebaran 2026 telah mengakomodasi 78 penerbangan (flight), hingga Kamis 12 Maret 2026.

Terdiri dari 39 flight kedatangan (arrival) dan 39 flight keberangkatan (departure) yang dioperasikan oleh maskapai Garuda, Batik Air, Super Airjet, dan Nam Air.

“Kami melakukan pemantauan aktivitas pelayanan dan data trafik secara real-time di posko, dengan melibatkan berbagai stakeholder antara lain maskapai penerbangan, TNI, Polri, Basarnas, BMKG, Perum LPPNPI (Airnav Indonesia), serta sejumlah instansi pendukung lainnya,” katanya.

Kelancaran Operasional

Sulistyo mengatakan, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang memastikan kelancaran operasional dengan mengecek kesiapan seluruh fasilitas bandara agar selalu dalam kondisi prima. Manajemen bandara juga menempatkan para petugas front liner yang proaktif membantu pengguna jasa dan mencegah terjadinya kerumunan atau antrian panjang.

“Kami memastikan agar setiap pelayanan seperti service touch point, drop zone, pick up zone, area check in, dan ruang tunggu ditangani secara optimal oleh para petugas sehingga pengguna jasa dapat terlayani dengan baik,” ujar Sulistyo Yulianto.

Kesiapan lain yakni menyiagakan 288 personel, terdiri dari 258 personel internal dan 30 personel eksternal yang bersiaga selama periode Angkutan Lebaran 2026.

Pihak manajemen, kata Sulistyo, akan secara aktif juga berkoordinasi dengan para stakeholder terkait. Ini untuk memastikan fasilitas, infrastruktur, dan sumber daya dapat terlibat secara optimal dalam pelayanan di bandara, termasuk penanganan bagasi dan pelayanan di check in counter.

“Kami optimis pelayanan pada periode angkutan Lebaran ini dapat berjalan dengan baik dan lancar,” katanya. (*)

Diaz A Abidin