SEMARANG (SUARABARU.ID) – Dalam upaya menjaga stabilitas pasokan pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri, Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) bersama Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah resmi meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di seluruh jajaran Polres di Jawa Tengah.
Wakil Kepala Polda Jawa Tengah, Brigjen Pol Latif Usman, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan penuh Polri terhadap penyaluran bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat.
“Program ini tidak hanya dilakukan di tingkat provinsi, tetapi juga melibatkan 35 Polres jajaran di wilayah Jawa Tengah,” katanya saat acara GPM di depan Kantor Wilayah Perum Bulog Jawa Tengah, Jumat 13 Maret 2026.
Dalam sambutannya, Brigjen Pol Latif Usman mengungkapkan keberhasilan kolaborasi antara Polda Jateng dan Bulog pada tahun sebelumnya serta menjelaskan capaian signifikan dan komitmen berkelanjutan.
Sesuai dengan data realisasi 2025, Polda Jateng dan Bulog berhasil menyalurkan 52.266.695 kilogram beras, jauh melampaui target awal sebesar 11.737.560 kilogram.
Adapun untuk penerima manfaatnya sendiri tercatat sebanyak 7,4 juta orang telah merasakan manfaat dari program ini sepanjang tahun 2025.
“Pada tahun 2026 ini, kami terus berkomitmen agar penyaluran bahan pokok, khususnya beras, bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Hari ini saja, kami menyalurkan total 78.600 kg beras di seluruh Jawa Tengah,” katanya.
Selain beras, komoditas lain yang disalurkan dalam GPM hari ini meliputi minyak goreng sebanyak 11.280 liter, gula pasir sebanyak 1.448 kilogram, dan telur ayam sebanyak 85 kilogram dengan target penerima manfaat sebanyak 7.800 orang dalam satu hari pelaksanaan.
Sementara itu, Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Tengah, Sri Muniati, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polri atas partisipasi masif dalam menjaga kedaulatan pangan.
Dirinya menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu merasa khawatir atau melakukan panic buying karena stok pangan terbilang aman menjelang Lebaran.
“Stok cadangan beras pemerintah yang dikuasai Bulog di Jawa Tengah saat ini sangat memadai, yakni sekitar 372.000 ton setara beras. Dengan peluncuran GPM bersama Polri, penyaluran beras SPHP ke tengah masyarakat akan semakin besar dan merata,” katanya.
Dirinya menambahkan bahwa menjelang akhir Ramadan dan menyambut Hari Raya, masyarakat berpendapatan rendah akan tetap mendapatkan bantuan pangan, sementara masyarakat umum dapat mengakses beras SPHP melalui saluran GPM yang digelar oleh Polda, Polres, hingga Polsek.
Sri Muniati mengatakan, melalui sinergi antara kepolisian dan Bulog, diharapkan masyarakat Jawa Tengah dapat merayakan Lebaran dengan nyaman tanpa terbebani oleh kelangkaan maupun kenaikan harga bahan pokok di pasar.













