blank
Bank Indonesia bersama Pemprov Jateng dan ISEI cabang Semarang menggelar acara Road to PUSAKA Jateng 2026, Rabu 11 Maret 2026. foto : hp

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah (KPw BI Jateng) bersama Pemprov Jateng dan ISEI Semarang menggelar Road to PUSAKA Jateng (Forum Perumusan Analisis dan Rekomendasi Kebijakan Jawa Tengah) 2026, Rabu 11 Maret 2026.

Forum edisi kelima ini mengangkat tema strategis “Mendorong Sumber Pertumbuhan Baru Untuk Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah yang Tinggi, Inklusif, dan Berkelanjutan.

Acara ini menjadi gerbang awal dari rangkaian panjang Forum PUSAKA 2026 yang mencakup Call for Paper, Workshop Karya Tulis Ilmiah, Seminar Ekonomi, hingga acara puncak yang dijadwalkan pada Agustus 2026 mendatang.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Mohamad Noor Nugroho, dalam sambutannya menekankan pentingnya eskalasi strategi ekonomi. Mengingat ekonomi Jawa Tengah stabil di angka 5% dalam satu dekade terakhir (di luar pandemi), diperlukan dorongan ekstra untuk mendukung target nasional sebesar 8% pada tahun 2029.

“Strategi yang lebih kuat diperlukan melalui pengembangan sektor pariwisata yang memiliki multiplier effect besar, integrasi industri halal, pembiayaan syariah, hingga pengembangan industri hijau dan digitalisasi sistem pembayaran,” kata Kepala BI Jateng yang biasa disapa Pak Nunu ini.

Turut hadir dalam pembukaan tersebut, Wakil Ketua I ISEI Cabang Semarang Koordinator Jawa Tengah, Prof. Dr. Harjum Muharam, yang menunjukkan sinergi kuat antara otoritas moneter dan akademisi.

Sebagai rangkaian dari Road to Forum PUSAKA Jateng, dilaksanakan seminar dengan mengundang tiga narasumber pakar dan pembahasannya berkaitan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang tinggi, inklusif dan berkelanjutan.

Diskusi yang dipandu oleh Prof. Euis Soliha ini menggarisbawahi bahwa solusi atas tantangan ekonomi harus bersifat aplikatif dan selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Tengah.

Kepala Bidang Bidang Perekonomian dan SDA Bappeda provinsi Jawa Tengah, Erna Widijastuti, dalam paparannya menyampaikan mengenai arah kebijakan perencanaan pembangunan daerah Provinsi Jawa Tengah tahun 2025-2029 serta isu-isu permasalahan yang muncul.

“Transformasi ekonomi Jawa Tengah memerlukan keselarasan antara perencanaan strategis dan eksekusi di lapangan. Melalui RPJMD 2025-2029, kita berkomitmen menjawab isu-isu krusial dengan kebijakan pembangunan yang lebih terukur demi kesejahteraan masyarakat yang merata,” kara Erna.

Sementara itu, Ketua Komunikasi Strategis ISEI Pusat, Eko B. Supriyanto, menyampaikan pentingnya sinergi kebijakan antara kebijakan fiskal dan moneter dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi serta potensi ekosistem halal di Jawa Tengah sebagai sumber pertumbuhan baru.

“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak bisa berjalan sendiri-sendiri; ia butuh simfoni antara kebijakan fiskal dan moneter. Dengan memperkuat ekosistem halal sebagai sumber pertumbuhan baru, Jawa Tengah memiliki peluang besar untuk menjadi poros kekuatan ekonomi syariah di tingkat regional,” kata Eko.

Narasumber terakhir, Direktur Eksekutif INDEF, Esther Sri Astuti, menyampaikan materi paparan terkait praktik riset/studi ekonomi dalam mendukung ketahanan dan transformasi ekonomi di Jawa Tengah.

“Kebijakan yang efektif bermula dari riset yang presisi. Studi ekonomi yang mendalam dan berbasis data adalah kompas utama kita dalam mengawal transformasi ekonomi Jawa Tengah agar tetap tangguh menghadapi ketidakpastian global,” kata Esther.

Forum PUSAKA Jateng 2026 juga secara resmi mengundang para praktisi, pengamat ekonomi, akademisi, dan masyarakat luas untuk berpartisipasi dalam kompetisi Call for Paper.

Melalui karya ilmiah yang dihasilkan, diharapkan muncul rekomendasi kebijakan yang berbasis data dan studi kasus nyata untuk diimplementasikan oleh Pemerintah Provinsi.

Dengan penguatan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan akademisi (pentahelix), Jawa Tengah optimis dapat mewujudkan pondasi ekonomi yang lebih kokoh, inklusif, dan maju di masa depan.

Hery Priyono