blank
Bupati Jepara Witiarso Utomo, saat ditemui di lokasi JIF-BuyWe 2026, Rabu (11/3/2026).. Foto: Miqdad Syafiq Husaini

JEPARA (SUARABARU.ID) – Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menghadiri pameran Jepara Internasional Furniture Buyer Weeks (JIF BuyWe) 2026 yang digelar di Gedung Wanita Jepara pada Rabu (11/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan pameran yang dinilai mampu menjadi wadah bagi pelaku UMKM, khususnya sektor mebel, untuk berkembang dan memperluas pasar.

Menurut Witiarso, kegiatan pameran seperti JIF BuyWe ini memiliki peran yang penting sebagai jembatan bagi pelaku usaha kecil dan menengah yang ingin naik kelas. Melalui pameran ini, para pelaku usaha diberi ruang untuk mempromosikan produk sekaligus membangun jejaring dengan pembeli maupun mitra bisnis baik dalam dan luar negeri.

“Ini memang bagus sebagai jembatan bagi UMKM yang ingin naik kelas. Kita wadahi mereka dalam acara seperti ini,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengakui bahwa penyelenggaraan pameran tahun ini menghadapi sejumlah tantangan, terutama dari faktor global. Kondisi geopolitik yang sedang bergejolak, termasuk konflik yang terjadi di kawasan Selat Hormuz Iran, turut berdampak pada tingkat kehadiran pembeli internasional.

“Situasi global yang sedang tidak stabil menyebabkan sebagian calon pembeli tidak bisa melakukan perjalanan ke Indonesia. Dampaknya sekitar 20 hingga 30 persen terjadi pembatalan kunjungan,” jelasnya.

Meski begitu, Pemerintah Kabupaten Jepara berencana melakukan evaluasi menyeluruh setelah kegiatan pameran ini selesai. Evaluasi tersebut akan dilakukan usai Hari Raya Idulfitri guna memperbaiki berbagai kekurangan yang ditemukan selama penyelenggaraan tahun ini.

“Kita akan melakukan evaluasi setelah Lebaran. Semua kelemahan akan kita perbaiki agar pelaksanaan tahun depan bisa lebih baik,” kata Witiarso.

Ia juga berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak langsung bagi pelaku usaha mebel di Jepara. “Kedepannya, pemerintah daerah akan mendorong agar konsep pameran tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga melibatkan seluruh ekosistem industri mebel yang ada di Jepara.” ujar bupati

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan berbagai pihak terkait di bidang ini menjadi kunci dalam memperkuat posisi Jepara sebagai pusat industri mebel.

“Harapannya tentu pelaku usaha bisa langsung merasakan dampaknya. Ke depan, konsep yang diusung panitia diharapkan bisa melibatkan seluruh ekosistem mebel di Jepara. Ini menjadi semangat kita untuk berkolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha,” pungkasnya.

Hadepe – Miqdad Syafiq Husaini