SEMARANG (SUARABARU.ID) – Menjelang Hari Raya Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 4 Semarang bekerja sama dengan Bank Indonesia menghadirkan layanan penukaran uang baru bagi masyarakat dan pelanggan kereta api.
Layanan ini disediakan langsung di area stasiun guna memberikan kemudahan bagi pelanggan yang akan melakukan perjalanan mudik menggunakan kereta api.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara KAI dan Bank Indonesia untuk memberikan layanan tambahan kepada pelanggan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan uang pecahan baru yang menjadi tradisi masyarakat menjelang Lebaran.
“Kami berharap kegiatan penukaran uang baru ini dapat memberikan kemudahan dan manfaat bagi para pelanggan kereta api yang akan melakukan perjalanan mudik, sehingga persiapan menyambut Hari Raya dapat dilakukan dengan lebih baik,” ujar Luqman.
Kegiatan penukaran uang baru ini dilaksanakan pada Jumat, 13 Maret 2026, bertempat di Zona 2 Stasiun Semarang Tawang dan Stasiun Semarang Poncol, mulai pukul 09.00 WIB hingga 11.30 WIB.
Adapun layanan penukaran uang ini diperuntukkan khusus bagi pelanggan kereta api jarak jauh yang telah memiliki tiket perjalanan saat itu sesuai identitas yang berlaku. Satu Nik satu kali pemesanan dan tidak boleh diwakilkan serta uang yang tidak menggunakan selotip, perekat, lakban serta staples dalam mengelompokkan atau menggabungkan uang.
Penukaran dapat dilakukan selama kuota yang disediakan oleh Bank Indonesia masih tersedia serta batas maksimal penukaran uang baru senilai Rp 5.300.000,- dengan paket dan pecahan yang telah ditentukan oleh Bank Indonesia.
Melalui kegiatan ini, KAI Daop 4 Semarang berharap dapat memberikan nilai tambah pelayanan kepada pelanggan, sekaligus mendukung kelancaran tradisi masyarakat dalam menyambut Hari lebaran tahun 2026.
“Selain memberikan kemudahan bagi pelanggan, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi massal kereta api yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” tutup Luqman.
Sebelumnya, Kepala Perwakilan BI Jawa Tengah, Mohamad Noor Nugroho, mengungkapkan bahwa tahun ini pihaknya menyiapkan dana sebesar Rp26,92 triliun untuk memenuhi kebutuhan uang tunai masyarakat se-Jawa Tengah.
Total jumlah dana tersebut mencakup wilayah kerja BI Semarang (Provinsi), Solo, Tegal, dan Purwokerto.
Adapun untuk skema layanan penukaran uang tahun ini dibagi menjadi dua tahap untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, termin I telah dimulai sejak 13 Februari 2026, dan termin II baru saja dibuka pada 24 Februari 2026.
Masyarakat dapat mengakses layanan penukaran melalui mobil kas keliling maupun melalui jaringan perbankan di 251 titik layanan yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Tengah.
“Bagi masyarakat yang belum sempat mendaftar atau kehabisan kuota di kas keliling, jangan khawatir. Penukaran masih sangat terbuka lebar melalui perbankan. Pemesanan tetap dilakukan melalui aplikasi PINTAR, namun penukarannya bisa langsung datang ke bank yang dituju,” ujar pria yang biasa disapa Pak Nunu ini.













