blank
KH Hanief Ismail. Foto: dok/ist

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Ketua Takmir Masjid Agung Semarang (MAS/Kauman), KH Hanief Ismail mengatakan, ketika seseorang mendapat musibah, sebaiknya disikapi dengan sabar. Karena, musibah itu sudah digariskan sebagai kodratnya kehidupan.

Hal itu seperti yang diungkapkannya dalam kajian kitab Nashoihul Ibad, di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Semarang, Selasa (10/3/2026), bertepatan dengan 20 Ramadan 1447 Hijriah.

Kiai Hanif menjelaskan, musibah yang terjadi bisa dimaknai sebagai ujian kenaikan tingkat keimanan seseorang. Dan kuncinya, sabar menerima dan menjalani musibah yang terjadi.

BACA JUGA: Bank Jateng Cabang Yogyakarta Jalin Sinergi dengan Polda DIY untuk Fasilitas Kredit

”Sebaliknya, kalau musibah itu disikapi dengan hawa nafsu amarah, resistensi tergelincir ke dalam kehidupan yang lebih buruk sangat besar. Karena itu sudah seharusnya musibah disikapi dengan sabar dan ikhlas, serta disertai rasa syukur dengan mengucap Alhamdulillah,” pesannya.

Menurutnya, musibah atau kejadian yang tidak mengenakkan, tidak perlu dipikir terlalu dalam. Semakin seseorang larut dalam permasalahan akibat musibah, maka akan semakin dalam dan semakin melebar persoalannya. Dampaknya pasti mengganggu ketenangan hati dan kejernihan cara berpikir.

Tapi jika musibah itu dihadapi dengan ikhlas, sabar dan dengan tetap bersyukur, maka dada akan terasa lapang, dan cara berpikir seseorang cenderung lebih jernih dalam melihat keadaan.

”Dengan sikap yang demikian, posisi seseorang akan terasa lebar, pikirannya luas dan mau terbuka menerima saran ataupun masukan,” jelas KH Hanief Ismail LC, yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Roudhatul Quran Annasimiyyah ini.

Riyan