SEMARANG (SUARABARU.ID) – Sejumlah anak-anak dari panti asuhan memberanikan diri belajar teknik memadamkan api dari tabung gas elpiji yang tersulut api.
sejumlah petugas pemadam kebakaran dengan hati-hati memberikan tips kepada anak- anak. Khususnya, tentang bagaimana cara mematikan api pada tabung gas yang bocor terbakar.
Kegiatan diinisiasi oleh Komunitas Mobil Semarang (Kosmos) bertajuk ‘Because We Care’ di halaman Balaikota Semarang, Ahad sore, 8 Maret 2026.
Edukasi memadamkan api secara mandiri ini menjadi penting sebagai pencegahan pertama. Tips ini juga diberikan kepada anggota Kosmos, yang juga harus memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di dqlam kendaraan.
Seorang petugas pemadam kebakaran mengatakan, ada hal pertama yang harus dilakukan apabila terjadi kebocoran tabung gas di dalam ruangan atau rumah.
“Bila di dalam ruangan tercium bau gas yang menyengat, jangan menghidupkan atau mematikan lampu di ruangan. Kalau dilakukan, pasti ada percikan api sedikit. Itu cukup untuk memicu ledakan dalam ruangan tersebut,” katanya.
Kemudian yang harus dilakukan, yakni melepas regulator gas. Setelah itu baru membuka pintu dan jendela secara pelahan. Supaya aliran gas keluar perlahan.
Pastikan, keadaan di luar aman. Tidak dekat dengan api atau hal-hal yang bisa memicu ledakan.
Ketua Kosmos Semarang, Adi Baskara Perwira, mengatakan, kegiatan pada bulan Ramadan 1447 Hijriah ini mengundang setidaknya 350 orang dari panti asuhan. Selain itu para anggota Kosmos dari berbagai komunitas tipe kendaraan.
“Kosmos Because We Care yaitu bentuk kepedulian komunitas mobil di Kota Semarang terhadap sesama. Kita wujudkan dalam bhakti sosial dengan mengundang 350 anak panti dari panti di sekitar Semarang. Kita undang ke sini, ajak senang-senang bareng,” katanya.
Kegiatan sosial, kata dia, cukup rutin dilakukan. Baik saat bulan Ramadan, serta momentum tertentu pada hari-hari di luar bulan Ramadan.
Misalnya, kata Bara sapaan akrabnya, Kosmos yang menaungi setidaknya 86 lintas komunitas mengumpulkan dana sosial untuk korban terdampak bencana di Sumatera belum lama ini.
Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, mengatakan, keberadaan komunitas punya tanggung jawab sosial.
“Kawan-kawan dari Komunitas Mobil Semarang menunjukkan komitmennya. Kita bersama-sama masuk dalam ruang-ruang pembangunan seperti dengan kegiatan sosial,” katanya. (*)
Diaz A Abidin













