blank
Personel fire fighter Damkar Markas Induk Wonogiri, saat akan memasang wire rope sling, untuk mengevakuasi mobil yang rodanya terjepit kuat pada lubang saluran tepi jalan.(Dok.Damkar Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Markas Induk Pemkab Wonogiri, Minggu siang (8/3/26), mengevakuasi mobil yang rodanya terjepit lubang saluran tepi jalan. Ini dilakukan atas permohonan pemilik, setelah kesulitan untuk membebaskan ban depan kiri yang terjepit lubang saluran pada tepi trotoar tersebut.

Kepala Satpol PP Kabupaten Wonogiri Joko Susilo dan Kabid Damkar Joko Prayitno melalui Koordinator Lapangan Sriyanto Kembo, menyatakan, evakuasi mobil yang terjebak lubang tepi jalan tersebut berlangsung Pukul 12.40 sampai dengan Pukul 13.05.
Evakuasi ditangani oleh 8 personel fire Fighter Regu-1 yang dipimpin Komandan Regu (Danru) Sukatman.

Kedelapan personel Damkar ini, terdiri atas Sukatman, Ayiep Donni Listria Sakti, Aprianto Purnomo Hadi, Andrie Budi Atmojo, Effendi Agus Nugroho, Arif Prasetyo, Eko Widodo dan Ahmad Setyo Utomo. Begitu mendapatkan kontak permohonan bantuan, mereka langsung mendatangi lokasi. Yakni di ruas Jalan Jenderal Sudirman yang menjadi jalan protokolnya kota Wonogiri. Tepatnya di depan Toko Moro Seneng, Lingkungan Pokoh, Kelurahan Wonoboyo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri.

Mobil yang rodanya terjepit lubang saluran tepi jalan tersebut, jenisnya Carry Mitsubishi SS buatan Tahun 1991. Pemiliknya bernama Kholid (33), warga asal Dusun Demangan RT 02/RW 03, Desa Ngunggahan, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri.

Dalam posisi roda depan kiri terjepit lubang saluran tepi trotoar, menjadikan mobil itu sulit dimajukan atau dimundurkan, meski tekanan pedal gas telah ditambah. Warga yang peduli mendekat, gagal memberikan pertolongan, karena jepitan lubang saluran pada roda mobil begitu mencengkeram kuat.

Winch

Awalnya dicoba menggunakan dongkrak pengungkit. Tapi tidak mampu membebaskan roda mobil yang terjepit kuat di lubang saluran. Menyikapi hal tersebut, Tim Damkar Markas Induk Wonogiri, kemudian menggunakan fasilitas alat bantu Winch yang ada di mobil brandweer.

Untuk Diketahui, Winch adalah alat mekanis berupa drum/silinder berputar yang digunakan untuk menarik, menahan, atau mengulur beban berat. Baik secara horizontal maupun vertikal) menggunakan tali kawat, kabel, atau rantai yang populer disebut sebagai wire rope sling. Peralatan ini, umumnya digerakkan oleh tenaga listrik, hidrolik, atau manual

Winch sering dipasang pada kendaraan off-road, kapal dan konstruksi. Alat ini memiliki kelengkapan fasilitas Wire Rope Sling. Yakni kawat baja yang salah satu atau kedua ujungnya sudah diterminasi atau dibuat mata kait. Alat ini, memiliki aplikasi yang mampu berfungsi multiguna. Yakni untuk mengangkat barang (Lifting), menarik (Towing), menambat kapal (Mooring) dan mengikat Lashing (choker).

Alat tersebut berfungsi utama sebagai alat bantu untuk mengangkat, mengerek, menarik dan mengamankan bebas berat secara aman dan efeisien. Biasa digunakan di bengkel industri besar, seperti di industri konstruksi, perkapalan, pertambangan dan manufaktur. Dengan cara menghubungkan beban ke alat pengangkat seperti derek, menggunakan material sling kawat baja, rantai, atau serat sintetis (webbing). Fungsi sling yang memiliki kekuatan tinggi, memastikan stabilitas beban saat dipindahkan.

Menyikapi kejadian ini, masyarakat berharap kepada DPU Bina Marga, sebagai institusi yang berwenang mengelola fasilitas infrastruktur jalan, untuk memasang penutup jeruji baja pada lubang tepi jalan tersebut. Sehingga kejadian roda ban mobil yang terjepit pada lubang saluran tidak akan terulang lagi.(Bambang Pur)