blank
Sebanyak 40 santri mengkhataman Alquran 30 juz, dalam rangkaian kegiatan sepanjang bulan Ramadan di MAJT. Foto: dok/ist

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Bertepatan dengan 17 Ramadan 1447 H, momen yang diyakini sebagai hari turunnya Alquran (Nuzulul Quran), sebanyak 40 santri menuntaskan khataman Alquran 30 juz, dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung sepanjang bulan Ramadan.

Prosesi khataman dilaksanakan setiap hari usai Shalat Ashar di ruang utama Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Selama Ramadan, para santri secara bergiliran membaca ayat-ayat suci Alquran hingga akhirnya genap 30 juz.

Pada hari ke-17 Ramadan itu, Sabtu (7/3/2026), dua santri dari Pesantren Tahfidz Baznas–MAJT, mendapat kesempatan melantunkan bacaan tartil di hadapan jamaah. Mereka Nursani Maulana asal Pemalang, dan Wahyu Ramadhan dari Brebes.

BACA JUGA: Kelompok Pengajian Ibu-ibu MAJT Salurkan Ribuan Sembako untuk Kaum Dhuafa

Dengan suara yang tenang dan penuh penghayatan, keduanya melafalkan ayat-ayat suci dengan tartil yang merdu, menghadirkan suasana yang syahdu di dalam masjid.

Menariknya, keduanya membacakan Juz 17, yang bertepatan dengan tanggal 17 Ramadan, momentum yang secara historis diperingati sebagai peristiwa Nuzulul Quran, ketika Alquran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Selama sebulan penuh, kegiatan khataman ini melibatkan 40 santri yang secara bersama-sama membaca Alquran hingga khatam. Dalam setiap prosesi harian, dua santri melantunkan tartil secara bergantian, sementara santri lainnya membaca juz-juz lain secara bersamaan, hingga keseluruhan bacaan mencapai 30 juz.

Ketua Panitia Gebyar Ramadan MAJT, Prof Dr KH Ahmad Izzuddin MAg mengatakan, kegiatan khataman ini tidak hanya menjadi tradisi ibadah Ramadan di MAJT, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan para santri tahfidz, untuk memperkuat hafalan, memperindah bacaan, serta menanamkan kecintaan terhadap Alquran.

Riyan