GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Temuan menu bandeng presto pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terdapat belatung di dalamnya menjadi viral di media sosial.
Tim Satgas MBG Kecamatan Purwodadi langsung menindaklanjuti kasus tersebut. Kasus yang terjadi pada paket makanan dari SPPG Cingkrong tersebut langsung ditindaklanjuti dengan penelusuran oleh tim terkait.
Peristiwa tersebut bermula ketika siswa SDN 1 Cingkrong menemukan bandeng presto dalam menu MBG yang dinilai tidak layak konsumsi karena terdapat belatung.
BACA JUGA : MHQ 10 Juz MAJT-Baznas Jateng Masuki Babak Final
Menu makanan tersebut berasal dari dapur penyedia makanan di SPPG Cingkrong yang mendistribusikan kepada ribuan penerima manfaat.
Pemerintah Kecamatan Purwodadi kemudian bergerak cepat menanggapi laporan tersebut. Tim Satuan Tugas MBG tingkat kecamatan langsung melakukan pengecekan lapangan.
Camat Purwodadi, Tondi Sumarjaka menyampaikan bahwa tim Satgas segera melakukan tinjauan ke dapur penyedia makanan di wilayah tersebut.
Tim Satgas MBG Kecamatan Purwodadi mendatangi SPPG milik Yayasan Bhakti Indonesia yang berada di Desa Cingkrong.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kronologi kejadian sekaligus mengevaluasi proses penyediaan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis.
Tondi menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk respons cepat atas laporan dari pihak sekolah.
“Menindaklanjuti adanya laporan ditemukan belatung pada bandeng presto ini, Tim Satgas MBG Kecamatan Purwodadi mendatangi SPPG Yayasan Bhakti Indonesia pada Kamis, 5 Maret 2026,” jelas Tondi, dalam keterangannya.
Selain melakukan pengecekan, tim juga mempertemukan pihak sekolah dengan pengelola dapur penyedia makanan.
Pertemuan itu berlangsung di lokasi SPPG dan melibatkan Kepala SDN 1 Cingkrong serta pihak pengelola dapur.
Menurut Tondi, pertemuan tersebut bertujuan mencari solusi sekaligus memastikan tanggung jawab penyedia makanan.
BACA JUGA : Arah Kebijakan PKDI Tegak Lurus dengan Pemerintah
“Dalam pertemuan itu, Kepala SPPG bertanggung jawab atas permasalahan tersebut dengan memberikan arahan kepada tim atau staf agar lain waktu lebih telit dalam penyajian menu makanan kepada anak sekolah penerima manfaat,” jelas Tondi.
Satgas juga memberikan penegasan kepada pengelola dapur agar menjalankan tugas sesuai prosedur. Petugas mengingatkan pentingnya penerapan standar operasional dalam setiap tahapan penyediaan makanan.
Mulai dari proses pengolahan, penyortiran hingga distribusi harus dilakukan secara teliti. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
Pemilik SPPG Bhakti Indonesia, Andreas Nugroho menjelaskan bahwa dapur mereka telah mendistribusikan menu makanan bergizi kepada 1.650 penerima manfaat. Menu yang disalurkan berupa protein hewani dengan olahan ikan bandeng presto pada Kamis (5/3/2026).
Menurut Andreas, program MBG yang mereka jalankan menyasar cukup banyak penerima manfaat di wilayah tersebut.
“Saat pembagian ditemukan adanya dua ekor bandeng presto yang tidak layak konsumsi, sehingga pihak sekolah melalui Kepala Sekolah melaporkan kejadian tersebut kepada Satgas MBG Kecamatan Purwodadi,” jelas Andreas.
BACA JUGA : 48 Peserta Ikuti Lomba Lari Malam Polres Tegal Cokorun
Ia juga mengakui adanya kelalaian dalam proses pengecekan makanan sebelum didistribusikan kepada siswa.
Menurutnya, proses penyortiran dan pengawasan kualitas makanan seharusnya dilakukan lebih ketat. Adanya kejadian ini, Andreas menegaskan pihaknya melakukan evaluasi internal.
“Kami meminta maaf kepada seluruh penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis atas kejadian tersebut. Kami memohon maaf sebesar-besarnya, hak ini menjadi pembelajaran berharga bagi kami untuk meningkatkan pengawasan dn kualitas dalam proses penyediaan makanan agar tidak terulang di kemudian hari,” tambah Andreas.
TYA WIDYA













