GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Satlantas Polres Grobogan memperkuat koordinasi dengan BBWS Pemali Juana dan Dinas PUPR Jawa Tengah, guna mematangkan kesiapan Operasi Ketupat Candi 2026.
Koordinasi tersebut terutama pada jalur vital Semarang–Purwodadi yang terdampak kerusakan infrastruktur akibat tanggul jebol di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.
Melalui koordinasi intensif bersama BBWS dan PUPR, Satlantas Polres Grobogan menegaskan komitmennya mengawal Operasi Ketupat Candi 2026 dengan kesiapan infrastruktur yang optimal, sehingga potensi hambatan lalu lintas dapat ditekan sejak dini.
BACA JUGA : Hilang Sejak Dini Hari, Kakek 81 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Kali Apur Godong
Personel Satlantas Polres Grobogan turun langsung meninjau sejumlah titik kerusakan jalan yang sebelumnya terendam luapan air sungai di wilayah Kecamatan Godong. Mereka memastikan perbaikan berjalan sesuai rencana dan target waktu yang telah disepakati.
Kanit Kamsel Satlantas Polres Grobogan, Ipda Novi Ariani, memimpin pengecekan lapangan di area terdampak tanggul jebol Desa Tinanding, Rabu (4/3/2026). Ia memantau progres perbaikan sekaligus mengidentifikasi potensi hambatan teknis di lapangan.
Ia menyisir akses utama Purwodadi menuju Semarang yang sempat terganggu akibat meluapnya air sungai. Jalur tersebut diketahui menjadi salah satu urat nadi pergerakan kendaraan antarwilayah di Jawa Tengah.
Petugas kepolisian juga mengevaluasi kondisi badan jalan provinsi yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup signifikan.
Mereka mendorong percepatan penanganan agar tidak mengganggu mobilitas masyarakat menjelang Lebaran.
Menurut Ipda Novi Ariani, pihak BBWS Pemali Juana telah menunjukkan progres signifikan dalam perbaikan tanggul yang rusak.
Percepatan pekerjaan menjadi perhatian utama mengingat waktu pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026 semakin dekat.
BACA JUGA : Coaching ASN Muda Sekretariat Negara, Dr Khamdan Tantang Jadi Pelopor Perubahan
Ia mengungkapkan bahwa capaian perbaikan tanggul telah melampaui separuh target yang direncanakan. Kondisi tersebut memberikan optimisme terhadap kesiapan jalur mudik.
Ipda Novi menegaskan bahwa pengecekan lapangan ini merupakan bagian dari strategi antisipasi lonjakan volume kendaraan saat arus mudik berlangsung. Pihaknya tidak ingin ada kendala yang berpotensi memicu kemacetan panjang maupun kecelakaan.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam menjamin keselamatan pengguna jalan. Sinergi menjadi fondasi utama dalam menghadapi dinamika arus mudik tahunan.
Menurut Ipda Novi Ariani, Jalan Semarang–Purwodadi memiliki peran strategis sebagai penghubung antar kota. Karena itu, seluruh unsur terkait harus memastikan jalur tersebut dalam kondisi prima sebelum Operasi Ketupat Candi 2026 dimulai.
“Selain melakukan koordinasi dengan BBWS Pemali Juana, kami juga berkoordinasi dengan Dinas PUPR Jawa Tengah. Dari hasil koordinasi, perbaikan jalan provinsi oleh Dinas PUPR Jawa Tengah kini sudah mencapai progres pembangunan sebesar 75 persen, “ ujar Ipda Novi.
Ia menambahkan, pihak PUPR Jawa Tengah berencana melakukan pengecoran jalan pada pekan ini. Meski demikian, cuaca menjadi tantangan tersendiri dalam proses pengerjaan.
BACA JUGA : Konsumsi Air di Wonosobo Diprediksi Naik Hingga 50 Persen, Tirta Aji Pastikan Layanan Tetap Optimal
Genangan air yang sebelumnya menutup badan jalan sempat menghambat proses pengecoran. Tim teknis harus melakukan pengerukan ulang guna memperkuat struktur dasar jalan.
Ipda Novi menjelaskan bahwa pengerukan tersebut bertujuan mengganti lapisan dasar agar lebih kokoh dan tahan terhadap beban kendaraan. Langkah itu dinilai krusial untuk menjamin keamanan jangka panjang.
Ia berharap saat pengecoran dilakukan, kondisi tanah dasar sudah benar-benar padat. Dengan demikian, pekerjaan dapat selesai sesuai estimasi waktu yang telah ditetapkan.
Target yang disepakati bersama menyebutkan bahwa pada H-7 Lebaran, jalur tersebut sudah dapat dilalui kendaraan kecil maupun mobil pribadi pemudik. Hal ini menjadi prioritas utama menjelang puncak arus mudik.
Satlantas Polres Grobogan terus memantau perkembangan perbaikan secara berkala. Setiap temuan di lapangan langsung dikoordinasikan dengan instansi teknis terkait.
Langkah cepat tersebut menunjukkan keseriusan aparat dalam mengawal keselamatan masyarakat. Mereka tidak ingin risiko kecelakaan meningkat akibat kondisi jalan yang belum sempurna.
Sinergi antara kepolisian dan instansi teknis menjadi kunci dalam menciptakan lalu lintas yang tertib dan aman. Koordinasi yang solid diyakini mampu meminimalkan potensi gangguan selama masa mudik.
BACA JUGA : Empat Pilar untuk Memperkuat Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Ipda Novi kembali menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur akan sangat menentukan keberhasilan Operasi Ketupat Candi 2026. Ia memastikan jajarannya tetap siaga mengawal proses perbaikan hingga tuntas.
Tak hanya itu, pihaknya juga menjelaskan Satlantas Polres Grobogan akan enyiapkan skema pengaturan arus lalu lintas apabila sewaktu-waktu dibutuhkan rekayasa jalan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pengamanan terpadu.
Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintasi jalur tersebut selama proses perbaikan berlangsung. Petugas akan terus memberikan pengawasan serta pengaturan di titik rawan.
TYA WIDYA













