SEMARANG (SUARABARU.ID)– Suasana ruang widyaiswara di Balai Pelatihan Hukum (Bapelkum) Semarang, Kementerian Hukum, menjadi titik temu gagasan para aparatur sipil negara (ASN) muda yang sehari-hari bertugas di lingkaran Istana. Melalui media daring Zoom, yang berlangsung Rabu (4/3-2026) widyaiswara Bapelkum Semarang, Dr. Muh Khamdan, memimpin sesi coaching sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan aktualisasi bagi ASN muda di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara.
Coaching tersebut diikuti oleh 11 peserta yang berasal dari unit strategis di lingkungan pemerintahan pusat, antara lain Sekretariat Presiden, Sekretariat Wakil Presiden, Kantor Staf Presiden, serta Sekretariat Kementerian Negara. Para peserta merupakan ASN muda yang kesehariannya terlibat langsung dalam dinamika kerja di sekitar pusat pengambilan kebijakan negara.
Dalam sesi coaching yang berlangsung intensif itu, Khamdan menekankan pentingnya kemampuan analisis kebijakan dan inovasi layanan publik. Menurut dia, ASN masa depan dituntut tidak hanya menjalankan prosedur administratif, tetapi juga mampu membaca persoalan, merumuskan solusi, dan menghadirkan terobosan yang berdampak pada peningkatan kinerja organisasi.

Untuk memperkuat kerangka berpikir para peserta, Khamdan memperkenalkan sejumlah metode analisis kebijakan yang umum digunakan dalam perumusan solusi organisasi. Teknik analisis tersebut meliputi USG (Urgency, Seriousness, Growth) dan metode McNamara.
Pendekatan analitis tersebut digunakan sebagai alat untuk mengurai berbagai isu strategis yang muncul di lingkungan kerja para ASN muda di lingkaran Istana. Teknik Mc Namara yang fokus pada 3 E, yaitu effectiveness, efficiency, dan easy , setiap peserta diminta merumuskan gagasan kreatif dengan pendekatan 3E. Persoalan yang dihadapi unit kerja tentu banyak, sehingga solusi yang ditawarkan mesti dirancang dengan kalkulasi analisis yang tepat.
Salah satu gagasan muncul dari Khalwah Nabilah Usthushfia yang mengembangkan inovasi visualisasi data pemberitaan media terkait kegiatan kunjungan kerja presiden. Inovasi ini bertujuan membantu pejabat dan tim komunikasi pemerintah membaca persebaran informasi media secara lebih cepat, terstruktur, dan berbasis data.
Sementara itu, Tazkia Amara mengusulkan integrasi pengelolaan data persidangan di lingkungan Wakil Presiden. Gagasan ini diharapkan dapat memperkuat sistem dokumentasi, koordinasi, serta penyusunan bahan kebijakan yang lebih terintegrasi antara unit kerja yang terlibat dalam agenda persidangan pemerintahan.
Di sisi lain, Aulia Tiara mengembangkan inovasi terkait sistem keprotokolan untuk kegiatan di luar kantor maupun dalam kondisi luar biasa. Inovasi ini dirancang agar tata kelola protokol kenegaraan dapat tetap berjalan efektif dan responsif, bahkan dalam situasi yang menuntut kecepatan pengambilan keputusan.
Khamdan menilai berbagai gagasan yang muncul dari para ASN muda tersebut menunjukkan adanya energi perubahan dari generasi baru birokrasi. Menurutnya, inovasi kecil yang lahir dari lingkungan kerja strategis seperti Sekretariat Negara dapat memberikan dampak besar terhadap kualitas layanan pemerintahan.
Dalam sesi penutup coaching, Khamdan juga memantik tantangan aktualisasi kepada para peserta untuk mengimplementasikan nilai dasar ASN BerAKHLAK dalam setiap inovasi yang dirancang. Ia menegaskan bahwa ASN muda di lingkungan Istana harus menjadi pelopor perubahan dengan tetap menjunjung tinggi semangat adaptif, profesional, serta loyal terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai ruh utama birokrasi masa depan.
Hadepe













