blank
Ketua DPD PDIP Jateng Dolfie Othniel Frederic Palit bersama para pengurus DPC PDIP Kebumen dan FPDIP DPRD Kebumen di Sekretariat DPC setempat, Rabu 4/3 malam.(Foto:SB/DPD PDIP Jateng)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Ketua DPD PDIP Jateng 2025-2030 Dolfie Othniel Frederic Palit  melakukan roadshow ke DPC PDIP Kebumen di Jalan HM Sarbini, Rabu (4/3) malam.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Ketua DPC PDIP Kebumen Saiful Hadi SIKom itu berlangsung secara tertutup sekitar dua jam.

Sedangkan dari DPC DPIP Kebumen hadir beberapa pengurus baru  serta anggota DPRD Jateng Ihwan serta segenap anggota fraksi DPRD Kebumen.

Yang menarik, Dolfie tidak hanya menyampaikan arah kebijakan semata, namun juga terlebih dahulu mendengarkan masukan dari DPC maupun fraksi. Seperti Wakil Ketua DPRD Kebumen yang juga Sekretaris DPC PDIP  Fitria Handini, juga menyampaikan beberapa informasi kepada DPD.

Usai memberi arahan kepada wartawan, Dolfie menjelaskan, setelah Kongres DPP PDIP Agustus 2025 dilanjutkan Konferda dan Konfercab  pada Agustus 2025. Hampir semua pengurus di tingkat kabupaten kota figur baru atau terjadi pergantian kepengurusan.

“Sekarang ini kami mengonsolidasikan arah kepengurusan ini bagaimana. Setelah itu kami juga menekankan setelah satu tahun berjalan arah dan tujuan ke depan itu bagaimana. Itu yang saya tekankan,”tandas Wakil Ketua Komisi XI DPR RI itu

Dolfie juga meminta agar pengurus DPC dan fraksi di DPRD segera melangkah. Apalagi saat ini dilanjutkan dengan agenda Musyawarah anak cabang (Musancab) di seluruh PAC PDIP se Jateng. Konsolidasi perlu dilakukan agar mekanisme pemilihan sesuai ketentuan dan aturan partai sehingga tidak ada yang merasa dirugilkan.

“Intinya pemilihan pengurus di Musancab pun harus sesuai aturan dan mekanisme partai sehingga tidak ada yang merasa didolimi dan dirugikan,”tandas dia.

Mengenai strategi menghadapi Pemilu 2029, Dolfie menyatakan, pihaknya belum terlalu fokus ke sana. Namun tentang langkah memenangkan partai, tetap ada. Berhubung merupakan kebijakan internal partai tentu tidak perlu diekspose.

Menanggapi kursi dua anggota FPDIP DPRD Kebumen yang saat ini kosong karena satu tersangkut masalah hukum (Khanifudin) dan satu lagi meninggal dunia (Noviandri Dwi Al Hadi), Dolfie mengaku telah menerima informasi  dari Ketua DPC. Hal itu akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Menjawab pertanyaan isu hangat program makan bergizi gratis (MBG), Dolfie menegaskan bahwa saat ini DPP PDIP memberi peringatan keras kepada semua kader yang menyelenggarakan MGB agar memperhatikan beberapa hal. Mulai aspek kesehatan, pemenuhan gizi dan faktor keamanan bagi penerima manfaat.

“MBG adalah program, bukan proyek. Karena program maka harus disukseskan sesuai tujuannya. Dalam MBG faktor pertama aspek kesehatan harus terpenuhi. Kedua faktor gizi harus terpenuhi juga, dan ketiga keamanan  penerima manfaat harus juga diperhatikan,”tegas dia.

Sementara itu Ketua DPC PDIP Kebumen Saiful Hadi menyatakan, setelah road show Ketua DPD PDIP Jateng, fokus DPC saat ini  kepada dua hal. Pertama, konsolidasi organisasi PAC, Ranting ,Anak Ranting.

Kedua, membantu masyarakat mengatasi masalah dengan adanya kebijakan Pemerintah terkait pendidikan dan kesehatan serta masalah sosial lainnya.

”Kami akan fokus ke dua hal itu dulu. Mengenai strategi partai sesuai arahan DPD ada, namun bersifat internal dan tidak akan kami buka ke media,”tandas politisi yang kini duduk di DPRD Provinsi Jateng untuk periode kedua itu.

Komper Wardopo