KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Kondisi ruas jalan Kambalan di pertigaan Kutowinangun hingga Kecamatan Ambal, Kebumen, kini rusak berat.
Di beberapa titik, terdapat lubang jalan dan kondisi jalan ambles semakin melebar akibat dilalui kendaraan dengan tonase cukup berat. Para pengguna jalan warga Ambal mengeluhkan kerusakan jalan tersebut karena semakin sulit dilalui.
Bahkan dari Desa Kembangsawit di utara sampai Desa Pucangan Ambal setidaknya ada 10 titik yang berlubang dan semakin memanjang atau melebar. Bagi kendaraan roda dua dan mobil kecil, harus berhati-hati saat melalui jalan ini.
Padahal ruas jalan Kambalan-Ambal merupakan salah satu jalur alternatif dari Jalan nasional ke Jalan Daendels di Kebumen selatan ke arah timur. Warga berharap perbakan jalan segera dilakukan sebelum kerusakan semakin meluas.

Belakangan ini semakin banyak truk dan bus memilih jaur tersebut untuk menuju Yogyakarata dan sebaliknya. Bahkan dari arah timur juga semakin banyak kendaraan besar melalui Jalan Daendels dan sesampai Ambal belok ke utara menuju Kutowinangun-Kebumen-Gombong.
Seorang tokoh masyarakat di Kecamatan Ambal Drs Hardi Nugoho menyatakan, selaian ruas jalan Kambalan-Ambal, saat i kerusakan jalan juga terjadi pada Jalan Poerbonegoro.
Dukung Pengembangan Wisata Budaya
Menurut Hardi Nugroho, Jalan Poerbonegoro di Desa Ambalresmi ini kewenangan Pemda. Butuh perbaikan karena ini jalur di depan rumah kawedanan yang juga menjadi pusat kegiatan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kebumen beberapa waktu lalu.
“Jalan itu memang jalan depan Kadipaten Ambal dari utara Kecamatan Ambal ke timur sampai Koramil Ambal sebelah utara Pasar Ambal,”papar Hardi.
Hardi menuturkan, lebar Jalan Poerbonegoro ini sama sepertil jalan raya nasional, karena lebih dari 10 meter. Mulai pengaspalan di tahun 2008 dibuat dua jalur dengan trotoar di tengah sebagai penyekat jalur.
Bahkan Hardi Nugroho mengingatkan keberadaan Jalan Poerbonegoro sebagai salah satu jejak atau warisan sejarah eksistensi Kadipaten Ambal mempunyai peran yang tidak kecil untuk mendukung pengembangan kepariwisataan di Desa Ambalresmi.
Terkait hal tersebut Hardi Nugroho menyarankan, semestinya menjadi prioritas Pemkab agar jalan tersebut lestari dari sisi penataan wilayah sebagai warisan sejarah maupun fungsi jalan itu sebagai sarana untuk memperlancar aksesibilitas bagi semuanya.
“Namun sayang prioritas itu sepertinya belum menjadi nyata dengan adanya kerusakan di beberapa bagian jalan, yang tentu sangat kontraproduktif dengan rencana pengembangan konsep Desa Wisata Ambalresmi, di mana akan menjadikan poros Jalan Poerbonegoro sebagai center of interest pengembangan wisata berbasis sejarah di Desa Ambalresmi.”
Hardi berharap kegiatan perbaikan maupun perawatan Jalan Poerbonegoro dapat dilaksanakan secara berkelanjutan oleh pihak yang berwenang. Dalam hal ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen
Secara terpisah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kebumen Joni Hernawan menyatakan, ruas jalan Kambalan-Ambal cukup berat beban tonase yang lewat. Terutama yang dari arah Yogyakarta melalui jaringan jalan lintas selatan (JJLS ) ke Kebumen atau Banyumas.
Menurut Joni, untuk di awal tahun 2026 DPUPR berencana akan memperbaiki melalui pemeliharaan rutin jalan dengan perbaikan pondasi telford dan lapis penetrasi. Namun belum bisa menyelesaikan semua kerusakan.
“Tentu perbaikan itu tetap akan kita lanjutkan sesuai dengan ketersediaan sumber anggaran selanjutnya,”terang Joni.
Komper Wardopo













