blank
Seorang wartawan yang hadir dalam acara peresmian OMRON Experience Center mencoba mengukur tensi menggunakan tensimeter yang bisa terhubung ke ponsel dan merekam catatannya. Foto: R. Widiyartono

SEMARANG (SUARABARU.ID) – OMRON Healthcare Indonesia, perusahaan yang memproduksi peralatan kesehatan  seperti tensimeter, nebulizer, termometer meresmikan OMRON Experience Center (OEC) di Semarang, bekerja sama dengan Datascrip, berlokasi Ruko Peterongan Plaza Blok A-10, Jalan MT. Haryono No. 719, Wonodri, Semarang.

Dalam acara peresmian yang berlangsung di sebuah resto kawasan Kaliwiru Semarang ini, Direktur OMRON Healthcare Indonesia Tomaki Watanbe mengatakan, peresmian OMRON Experience Center (OEC) di Semarang untuk memperluas jangkauan perangkat kesehatan serta menghadirkan layanan purna jual yang lebih cepat bagi masyarakat di Jawa Tengah dan sekitarnya.

Pembukaan OEC ini dilakukan di tengah masih tingginya prevalensi hipertensi di Jawa Tengah yang ada di angka 32,9 persen sedangkan prevalensi nasional 30,8 persen. Jateng masih sedikit lebih tinggi dibanding DIY yang ada di angka 31,8 persen.

Dr. Bagus Andi Pramono, Sp.JP, FIHA, Ketua Pokja Hipertensi PERKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia) yang hadir sebagai narasumber dalam acara ini menyebut, berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (5KI) 2023, prevalensi hipertensi di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta masing-masing mencapai 32,9% dan 31,8%, lebih tinggi dibandingkan prevalensi nasional yang tercatat sebesar 30,8%.

Kondisi ini menegaskan pentingnya menjaga rutinitas pemantauan tekanan darah sebagai bagian dari pengelolaan kesehatan sehari-hari.

blank
Direktur PT Primalayan Citra Mandiri, Heru Chandra selaku mitra OMRON bersama Tomiaki Watanabe memotong pita menandai peresmian OMRN Experience Center. Fto: R. Widiyartono

Tomoaki Watanabe, menyampaikan bahwa kehadiran OMRON Experience Center di Semarang merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat di Jawa Tengah.

Watanabe menyebut, melalui misi global Going for ZERO, OMRON berkomitmen untuk menurunkan risiko stroke dan serangan jantung. Untuk mendukung komitmen tersebut, pemantauan tekanan darah secara rutin menjadi kebutuhan penting yang perlu ditopang oleh layanan yang mudah diakses, cepat, dan andal.

“OMRON Experience Center kami hadirkan sebagal pusat layanan teknis, termasuk servis dan kalibrasi alat yang efisien, sehingga masyarakat di Semarang dan sekitarnya dapat menjaga rutinitas pemeriksaan tekanan darah tanpa hambatan,” ujarnya.

Sedangkan Marketing Manager OMRON Indonesia Fanny Himawan mengatakan, OMRON Experience Center menyediakan layanan purna jual, termasuk servis dan kalibrasi alat. Selain itu, pelanggan juga bisa mencoba berbagai perangkat kesehatan seperti tensimeter digital, monitor komposisi tubuh, nebulizer, perangkat manajemen nyeri, dan termometer digital.

“Dengan ini pelanggan bisa memutuskan tipe mana yang tepat untuk mereka sebelum melakukan pembelian pada toko alat kesehatan, apotek, atau kanal resmi online,” ujar Fanny.

Adapun produk OMRON untuk kesehatan terutama adalah nibelizer alat untuk membantu pernafasan penderita asma, tensimeter untuk mengukur tekanan darah, termometer, dan body composition.

Di 12 Kota

Menanggapi pentingnya pencegahan dan pengendalian hipertensi, Dokter Bagus Andi Pramono, Sp.JP, FIHA, menekankan karakdr Bagus teristik hipertensi yang memerlukan pengelolaan yang tepat. “Hipertensi merupakan kondisi kronis

dengan karakter tekanan darah yang dinamis dan berubah-ubah, dipengaruhi oleh aktivitas fisik, stres, waktu pengukuran, lingkungan, serta kepatuhan pasien terhadap terapi,” kata dokter Bagus .

Oleh karena itu, pemeriksaan tekanan darah yang akurat, terstandar, dan berulang menjadi kunci utama dalam diagnosis, stratifikasi rişiko, serta evaluasi keberhasilan terapi hipertensi.

la menambahkan bahwa penggunaan alat ukur tekanan darah yang telah tervalidasi secara klinis, disertai edukasi cara pengukuran yang benar, berperan penting dalam mencegah kesalahan klasifikasi hipertensi.

“Kehadiran Experience Center diharapkan dapat meningkatkan literasi masyarakat dan tenaga kesehatanı terkait pentingnya pengukuran tekanan darah sesuai standar,” lanjut Dokter Bagus.

Menurut Dokter Bagus, hipertensi bukan penyakit, tetapi efeknya bisa menimbulkan penyakit seperti gangguan pembuluh darah, otak, mata, dan ginjal. “Maka hipertensi perlu dikontrol agar tidak merusak organ tubuh penting lainnya. Harap diketahui bahwa hipertensi adalah silent killer,” kata Dokter Bagus.

R. Widiyartono