SEMARANG (SUARABARU.ID)– Program Studi Magister Teknik Sipil Universitas Semarang (USM), sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertema ‘Identifikasi Potensi Bencana Bidang Teknik Sipil’, di Auditorium Ir Widjatmoko, kampus setempat, Rabu (28/1/2026).
Pasalnya, peserta kegiatan yang digelar secara hybrid ini membludak, hingga mencapai 750 peserta. Pesrta datang dari berbagai kalangan akademisi dan praktisi.
Hadir dalam seminar itu antara lain, Wakil Rektor II USM Dr Abdul Karim SE MSi Ak CA, Wakil Rektor III USM Dr April Firman Daru SKom MKom, dan Direktur Pascasarjana USM Dr Muhammad Junaidi SHI MH.
BACA JUGA: USM Rampungkan Seleksi Peksimida Tingkat Universitas
Seminar dibuka Wakil Rektor I USM, Prof Dr Ir Haslina MSi, mewakili Rektor USM Dr Supari ST MT. Dalam sambutannya, Prof Haslina memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ilmiah yang dinilai strategis dan relevan, dengan tantangan kebencanaan di Indonesia.
Dia berharap, kegiatan itu dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mengidentifikasi potensi bencana, serta menganalisis berbagai risiko, guna meningkatkan keselamatan dan ketahanan masyarakat.
Kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten di bidang kebencanaan dan teknik sipil, yang membahas berbagai aspek mitigasi, penanganan, serta strategi pascabencana, melalui pendekatan keilmuan teknik sipil.
BACA JUGA: Tim PKM Magister Hukum USM Beri Edukasi Literasi Hukum Digital
Adapun narasumber dalam seminar itu, Prosida Rhapsody dari Geobrugg Indonesia, Dr Ir Yustian Heri Suprapto ST MT MSc (PT Keller Ground Indonesia), Bergas Caturassasi (Kepala BPBD Jateng), serta Dr Ir Edy Susilo, MT (Dosen USM), dan Dr Adolf Situmorang ST MT (Kaprodi Magister Teknik Sipil USM).
Dalam keterangannya, Dr Adolf Situmorang mengatakan, selain sebagai forum ilmiah, seminar Nasional itu juga menjadi momentum penting, dengan dilaksanakannya Grand Launching Program Studi Magister Teknik Sipil USM.
Menurutnya, fokus utama dari diskusi menekankan, penanganan kebencanaan, khususnya pada tahap pasca-bencana, merupakan aspek yang sangat krusial. Sejalan dengan hal itu, kurikulum Magister Teknik Sipil USM dirancang dengan keunggulan pada kajian kebencanaan, mulai dari upaya mitigasi sebelum bencana, hingga solusi teknis setelah bencana terjadi.
BACA JUGA: Tim PKM USM Lakukan Sosialisasi Hukum di Desa Manggarmas

”Magister Teknik Sipil USM akan mengarahkan pengembangan keilmuannya pada kebencanaan. Bagaimana solusi sebelum dan setelah bencana, menjadi keunggulan yang kami tawarkan,” ungkapnya.
Dia menambahkan, kontribusi dosen-dosen Teknik Sipil USM dalam bidang kebencanaan, sejatinya telah berjalan sejak lama, melalui berbagai penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Salah satunya kontribusi dari Edy Susilo, sebagai dosen Teknik Sipil USM, yang sudah banyak melakukan penelitian serta pengabdian masyarakat, terkait penanganan banjir.
BACA JUGA: USM dan Bank Mandiri Kerja Sama Penyaluran Dana CSR Pendidikan
Selain itu, dosen-dosen di bidang geoteknik juga aktif melakukan pendampingan dan pengabdian masyarakat. Tidak hanya di wilayah Semarang dan Jateng, tetapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia.
Dia berharap, ke depan kegiatan serupa dapat terus berlanjut. ”Kebencanaan ini merupakan isu Nasional, bukan hanya isu USM atau Jateng. Kami berharap, akan ada seminar-seminar lanjutan, baik Nasional maupun internasional, yang membahas penanganan kebencanaan di Indonesia,” ungkapnya.
Dengan terselenggaranya seminar Nasional itu, USM menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan solusi nyata di bidang kebencanaan, demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
Riyan













