blank
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mendapat anugerah kehormatan kekancingan menjadi Bupati Sepuh dengan gelar kebangsawanan sebagai Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) dari Mangkunegaran.(Dok.Prokopim Wonogiri)

SURAKARTA (SUARABARU.ID) – Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, mendapat kekancingan kehormatan gelar kebangsawanan sebagai Kanjeng Raden Tumenggung (KRT). Gelar kebangsawanan dengan Pangkat Bupati Sepuh ini, diberikan oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunagoro X.

Bagian Prokopim Pemkab Wonogiri, Rabu (28/1/26), mengabarkan, pemberian anugerah kehormatan melalui kekancingan gelar kebangsawanan itu, diberikan Selasa (27/1/26). Waktunya bersamaan dengan acara tingalan dalem (peringatan naik tahta) Ke-4 Gusti Pangeran Harya (GPH) Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo sebagai Mangkunegara (MN) XI.

Gelar kehormatan kebangsawanan dari Istana Mangkunegaran ini, lazim disebut sebagai kekancingan yang dituangkan dalam dokumen Surat Keputusan (SK) resmi adat. Yakni sebagai tanda penganugerahan gelar kehormatan kepada Bupati Wonogiri Setyo Sukarno.

Kekancingan, diberikan sebagai bentuk apresiasi atas sumbangsih tokoh, yang berkaitan dengan pelestarian budaya, pelayanan masyarakat, atau kolaborasi yang ada kaitan erat dengan Istana Mangkunegaran.

Berkaitan dengan pemberian kekancingan kehormatan tersebut, Bupati Setyo Sukarno, menyatakan, sejauh ini hubungan Kabupaten Wonogiri dengan Istana Mangkunegaran terjalin sangat baik. Kabupaten Wonogiri, memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Mangkunegaran.

Sambernyawa

Hari Jadi Kabupaten Wonogiri Tanggal 19 Mei, itu memiliki kaitan erat dengan historis perjuangan Pangeran Sambernyawa di Wonogiri. Sebagai tokoh pendiri dinasti Mangkunegaran, RM Said atau Pangeran Sambernyawa, waktu itu menjadikan Tanah Perdikan (wilayah) Nglaroh (Desa Pule, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah), sebagai basis awal perjuangan Perang Sambernyawan. Yakni perang melawan ketidakadilan keraton dan penjajah Belanda.

“Belum lama ini Gusti Mangkoenagoro X, kami undang untuk meresmikan monumen Mangkunegaran yang ada di Kabupaten Wonogiri. Ini menjadi bagian dalam kami menjalin hubungan baik dengan Mangkunegaran,” kata Bupati Setyo Sukarno.

Selama ini, Pemkab bersama masyarakat masih setia menghargai, nguri-uri dan melestarikan serta merawat peninggalan-peninggalan sejarah Mangkunegaran yang berada di Kabupaten Wonogiri. Berbagai peringatan dan momentum yang terkait Mangkunegaran, juga masih terus dilakukan warga Wonogiri.

Pemkab Wonogiri dan Mangkunegaran, senantiasa bersinergi dan berkolaborasi dalam banyak hal. Termasuk dalam bidang pengembangan wisata di Kabupaten Wonogiri. Berbagai ritual budaya dan peninggalan Mangkunegaran di Kabupaten Wonogiri, dapat dioptimalkan sebagai hal yang bernilai untuk pengembangan potensi wisata budaya. Harapannya, dapat mendorong potensi ekonomi di Kabupaten Wonogiri, dan berdampak baik terhadap masyarakat.

Bersamaan dengan acara tingalan dalem yang digelar di Istana Mangkunegaran Surakarta tersebut, KGPAA Mangkoenagoro X berkenan memberikan anugerah kekancingan kehormatan gelar kebangsawanan kepada 18 orang tokoh masyarakat. Sejumlah tokoh tersebut, berasal dari berbagai kalangan mulai dari politikus, bupati, artis, hingga direktur BUMN.(Bambang Pur)