blank
Seorang warga binaan Lapas Semarang tengah mengikuti pembinaan kemandirian produksi kopi sachet. Foto: Humas

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang terus mendorong penguatan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kali ini Lapas Semarang melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan CV. Sameja Pangan Indonesia dalam bidang pengolahan dan produksi kopi sachet, yang berlangsung di ruang rapat Lapas.

Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Semarang, Ahmad Tohari bersama Direktur CV. Sameja Pangan Indonesia, Jonathan.  Penandatanganan kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam memperluas pembinaan berbasis keterampilan dan kewirausahaan bagi warga binaan.

Ahmad Tohari menegaskan, kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Lapas dalam menyiapkan sumber daya manusia warga binaan yang unggul, produktif, dan berdaya saing.

“Kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada produksi semata, tetapi juga sebagai sarana pembinaan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan, etos kerja, dan jiwa kewirausahaan. Harapannya, setelah bebas nanti mereka memiliki kemampuan untuk bekal hidup mandiri di tengah masyarakat,” ujar Tohari, Selasa (27/1/2026).

Warga binaan Lapas Kelas I Semarang diberdayakan dalam proses pengolahan dan produksi kopi sachet bermerek Kopi L’Pane. Nama tersebut diambil dari identitas Lapas Kelas I Semarang yang lebih dikenal dengan sebutan Lapas Kedungpane. Kopi L’Pane hadir dalam beberapa varian, diantaranya Kopi Tubruk, Kopi Tubruk Brown Sugar, Kopi Susu, dan Kopi Susu Brown Sugar.

“Produk Kopi L’Pane sudah mulai dipasarkan dari dalam Lapas Kelas I Semarang dan siap menerima pesanan dalam jumlah besar dari luar Lapas. Inisiatif ini sekaligus menjadi bentuk dukungan Lapas terhadap pengembangan produk UMKM berbasis pembinaan pemasyarakatan,” ungkapnya.

Kalapas Ahmad Tohari menyampaikan harapan agar kerja sama ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberi dampak positif yang luas.

“Kami berharap kerja sama ini terus berkembang, meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian, serta membuka peluang usaha yang lebih besar bagi warga binaan. Dengan demikian, Lapas tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga ruang lahirnya produk kreatif dan SDM pemasyarakatan yang siap berkontribusi bagi masyarakat,” tuturnya.

Ning S