SEMARANG (SUARABARU.ID)– Pengurus Provinsi Indonesia Karate-do (Pengprov Inkado) Jawa Tengah, secara periodik melakukan uji kemampuan teknik, fisik dan mental para karateka, dalam bentuk Ujian Kenaikan Tingkat (UKT).
Terakhir, UKT dilaksanakan Pengcab Inkado Kota Semarang, Minggu (26/1/2026), di Dojo SMK LPI, Jalan Menoreh Utara no 11 Sampangan, Semarang, yang diikuti 26 karateka.
Ketua Keluarga Sabuk Hitam (KSH) Jateng, Hasiholan Welly Roike Gultom menyebutkan, program UKT ini merupakan uji kemampuan para atlet, baik secara teknik, fisik maupun mental.
BACA JUGA: Komisi B DPRD Kota Semarang Digitalisasi Retribusi PKL, Pedagang Harus Paham Dulu
”UKT bukan semata-mata bisa lulus dan naik tingkat, namun kami melakukan penyeragaman teknik untuk para karateka, khususnya yang masih muda-muda. Sehingga nantinya mereka sangat paham dan terbiasa dengan ciri khas Inkado,” ujarnya.
Untuk UKT kali ini, pihaknya menugaskan tujuh penguji, I Wayan Sutrisna dan Mukhammad Sya’rofi Rais (Pengprov Inkado), Rino Hasintongan Gultom, Christina Andriyani Imelda Sihimbing, Catur Budhi Utomo, Budi Santoso dan Nur Nazhiva Syahrani (KSH Kota Semarang).
Dalam keterangannya Roike menyebutkan, mereka yang mengambil UKT, masing-masing enam orang dari sabuk puith ke kuning, tiga karateka dari kuning ke hijau, tujuh orang hijau ke biru, empat atlet biru ke coklat, dan enam orang turun kyu coklat.
BACA JUGA: Sabet Status “Maju”, Kinerja Bumdesa Lestari Petekeyan Panen Apresiasi
Ditegaskan dia, program UKT di Inkado, yang merupakan salah satu perguruan karate besar di Indonesia, memang digelar secara rutin enam bulan sekali. Ini merupakan kegiatan untuk mengevaluasi hasil latihan, dan meningkatkan kualitas teknik karateka.
”Namun kami juga tidak meninggalkan prinsip pembentukan mental yang pantang menyerah, berkarakter dan berakhlak mulia,” ungkap Roike.
Karena itu, para penguji yang bertugas benar-benar fokus pada standar Inkado, baik itu pukulan dan tangkis (kihon), kata (rangkaian gerak), serta kumite (pertarungan/sparring). Proses ini diakuinya cukup berat, sehingga mereka yang lulus mendapat sertifikat resmi dari perguruan.
Pada kesempatan itu, Roike juga menyampaikan, untuk lingkup provinsi dalam beberapa bulan terakhir, sudah lebih dari 100 karateka ambil bagian dalam UKT. Seperti di Wonosobo diikuti 10 karateka, Pati (30), Jepara (2), Blora (23), Grobogan (9).
Riyan













