blank
Ketua Bumdesa Lestari serahkan deviden kepada Petinggi Petekeyan Rohman Foto: Sub

JEPARA ( SUARABARU. ID) – Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa) Lestari Petekeyan membuktikan komitmen transparansi organisasinya dengan menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Laporan Tahunan 2025. Kegiatan yang berlangsung di Cafe Enjang Ngabul hari ini tersebut menjadi ajang evaluasi sekaligus pembuktian performa lembaga yang kini menyandang status kategori “Maju”.

​Acara ini dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan desa, mulai dari Petinggi Petekeyan Rohman, Ketua BPD Abdul Afif, Pendamping Desa Ali Bashori, hingga jajaran Ketua RW dan RT setempat.

​Dalam laporannya, Ketua Bumdesa Lestari Petekeyan, H. Maslim, memaparkan dinamika yang dihadapi pengelola sepanjang tahun 2025. Ia mengakui bahwa menjalankan unit usaha desa tidaklah lepas dari tantangan, termasuk fluktuasi pada beberapa lini usaha.

blank
Pendamping Desa, Ali Bashori sampaikan pengarahan. Foto: Sub

​”Bumdesa Lestari Petekeyan telah mengelola banyak usaha antara lain Toko ATK dan Foto copi, permebelan,  sembako dan perlengkapan anak, kerjasama kayu, dan gas. Beberapa usaha ada yang mengalami stagnansi. Saat ini kami juga sedang mencurahkan konsentrasi dan energi ekstra pada program baru Ketahanan Pangan (Ketapang) peternakan Kambing Boer dan pertanian. Semoga berjalan sukses dan berdampak pada pendapatan Asli Desa ,” ujar Maslim.

​Petinggi Petekeyan, Rohman, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan pengelola dalam menyumbangkan Pendapatan Asli Desa (PAD). Meski begitu, ia mengingatkan agar pengelola tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam mengambil kebijakan strategis.

blank
Peserta Musdes Laporan Tahunan Bumdesa Lestari. Foto: Sub

​”Sebagai tahap awal, Bumdesa Lestari sudah sangat bagus karena sudah mampu menghasilkan PAD. Inovasi memang perlu, tapi saya berpesan agar pengelola tidak spekulatif dalam melakukan ekspansi usaha, terutama saat situasi ekonomi sedang tidak stabil,” tegas Rohman.

​Senada dengan Petinggi, Pendamping Desa Ali Bashori menilai capaian kategori “Maju” yang diraih Bumdesa Lestari merupakan bukti nyata kinerja yang sehat. Ia berharap kualitas tata kelola ini terus dipertahankan bahkan ditingkatkan.

​Meski secara keseluruhan laporan diterima dengan baik oleh peserta Musdes, terdapat beberapa catatan evaluasi. Salah satu yang menjadi sorotan adalah unit usaha permeubelan yang mengalami penurunan grafik. Hal ini diidentifikasi sebagai dampak dari lesunya iklim industri mebel secara umum, yang menuntut adanya strategi adaptasi baru dari pihak pengelola di tahun mendatang.

​Musdes ditutup dengan semangat optimisme untuk membawa Bumdesa Lestari Petekeyan menjadi motor penggerak ekonomi desa yang lebih tangguh di tahun 2026.

Hadepe –  Sub