blank
Tim pengabdian masyarakat Unisnu Jepara bersama dewan guru di PAUD Al-Qur’an Daris Salamah.

JEPARA (SUARABARU.ID)- Pesatnya perkembangan tekhnologi semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses segala informasi. Bahkan kemunculan artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan telah merubah paradigma baru khususnya dalam dunia pendidikan.

Hal ini yang coba dilakukan oleh civitas akademika Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Mereka mengenalkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi melalui program media Story Book berbasis QR Code untuk mengoptimalkan pemahaman mukjizat Nabi Ulul Azmi dan Kosakata ahasa Arab.

Kegiatan yang digelar di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Al-Qur’an Daris Salamah ini dirancang sebagai solusi kreatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran keislaman dan bahasa Arab pada anak usia dini.

Ketua tim PKM, Dr. Muhammad Natsir, menjelaskan bahwa penggunaan story book yang dipadukan dengan teknologi QR Code memungkinkan anak belajar secara lebih interaktif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan usia dini.

“Anak tidak hanya membaca atau melihat gambar, tetapi juga dapat memindai QR Code untuk mengakses audio, video, dan ilustrasi interaktif tentang kisah mukjizat Nabi Ulul Azmi serta kosa kata bahasa Arab,” ujarnya.

Melalui program PkM ini, tenaga ahli dari Unisnu diterjunkan langsung untuk memberikan pembelajaran di hadapan para guru. Dua narasumber yang juga dosen Unisnu tersebut adalah Dr. Alex Yusron Al Mufti dan Alfina Rufiati.

Kolaborasi ini bertujuan untuk mengintegrasikan pendekatan pedagogis PAUD dengan nilai-nilai keislaman dan pemanfaatan teknologi digital yang ramah anak

Sementara itu, Kepala PAUD Al-Qur’an Daris Salamah, Zaim Farochah, menyambut baik pelaksanaan program ini. Menurutnya, media story book berbasis QR Code sangat membantu guru dalam menyampaikan materi keagamaan dan bahasa Arab secara lebih konkret dan menarik.

“Anak-anak terlihat lebih antusias dan mudah memahami cerita tentang para Nabi, sekaligus menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Arab mereka,” tuturnya.

Selain implementasi media, kegiatan PKM ini juga meliputi pendampingan guru, pelatihan penggunaan media QR Code, serta evaluasi pembelajaran untuk memastikan efektivitas program. Diharapkan, inovasi ini dapat menjadi model pembelajaran yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di lembaga PAUD Al-Qur’an lainnya.

Melalui PKM ini, tim berharap dapat berkontribusi nyata dalam penguatan literasi keislaman dan bahasa Arab sejak usia dini, sekaligus mendorong transformasi pembelajaran PAUD yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

ua