blank
Jasad korban berhasil diangkat dari sungai irigasi yang jaraknya 800 meter dari rumah korban. Foto: dok Polres Grobogan./

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Peristiwa orang tenggelam di sungai irigasi menggegerkan warga Desa Kluwan, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, pada Sabtu (24/1/2026).

Kejadian tersebut langsung menyita perhatian masyarakat sekitar yang berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian.

Insiden di aliran sungai irigasi Desa Kluwan itu pertama kali terungkap setelah seorang pelajar yang melintas di sekitar lokasi mencurigai adanya sosok manusia mengambang di permukaan air.

BACA JUGA : Polres Purworejo Gelar ‘Safety Driving’ Khusus Bagi Sopir Program MBG

Pelajar tersebut segera menghentikan langkahnya dan memastikan temuannya sebelum melaporkan kepada warga sekitar.

Sekitar pukul 13.45 WIB, pelajar tersebut menyampaikan informasi awal kepada Kuntono, salah satu warga setempat.

Mendapat laporan tersebut, Kuntono tidak menunda waktu dan langsung mengecek ke lokasi sungai irigasi yang dimaksud.

Setelah memastikan adanya tubuh manusia dalam kondisi tenggelam, Kuntono segera berkoordinasi dengan perangkat Desa Kluwan.

Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada aparat kepolisian di Polsek Penawangan untuk penanganan lebih lanjut.

BACA JUGA : PGRI Demak Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Bencana di Jepara

Petugas Polsek Penawangan bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian guna melakukan pengamanan dan memastikan kondisi korban.

Polisi juga meminta warga untuk tidak mendekati area sungai agar proses evakuasi dan penyelidikan berjalan lancar.

Korban diketahui bernama Saman (70), warga Dusun Dukoh, Desa Toko, Kecamatan Penawangan. Identitas korban terungkap setelah pihak kepolisian berkoordinasi dengan perangkat desa dan keluarga yang datang ke lokasi.

Kabar penemuan tersebut segera sampai ke telinga pihak keluarga korban.

Mendapat informasi tersebut, keluarga langsung mendatangi lokasi sungai irigasi Desa Kluwan dengan penuh harap dan kecemasan.

Kapolsek Penawangan AKP Sutarjo menjelaskan bahwa pihak keluarga telah menyatakan korban tidak berada di rumah sejak sehari sebelumnya. Kondisi itu sempat membuat keluarga cemas dan berupaya mencari keberadaan korban.

“Dari keterangan keluarga, korban meninggalkan rumahnya di Desa Toko tanpa berpamitan. Kemudian, pada Sabtu siang tadi, korban ditemukan dalam keadaan tenggelam dan meninggal dunia di sungai irigasi Desa Kluwan,” jelas AKP Sutarjo.

Sebelum korban ditemukan, keluarga telah melakukan pencarian secara mandiri. Upaya tersebut bahkan melibatkan perangkat desa setempat, Bhabinkamtibmas, serta Babinsa guna menelusuri sejumlah titik yang biasa dilalui korban.

BACA JUGA : PWI Surakarta Awali Rangkaian HPN 2026 dengan Kegiatan ‘‎‎Mlaku Timik-timik’

Pada hari kejadian sekitar pukul 13.15 WIB, seorang pelajar yang melintas di sekitar aliran sungai Desa Kluwan melihat sosok manusia dalam kondisi tidak bergerak di dalam air. Temuan itulah yang menjadi awal terungkapnya peristiwa tersebut.

Petugas Polsek Penawangan kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dengan berkoordinasi bersama Tim Inafis Polres Grobogan dan petugas medis dari Puskesmas Penawangan. Proses pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh.

“Hasil olah TKP menunjukkan tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban,” tambah AKP Sutarjo. Pernyataan tersebut memperkuat dugaan bahwa tidak ada unsur tindak pidana dalam kejadian ini.

Hasil pemeriksaan visum luar yang dilakukan petugas medis menemukan sejumlah tanda khas korban tenggelam. Lumpur ditemukan di bagian hidung, mulut, serta area dada korban, yang mengindikasikan korban meninggal akibat tenggelam.

Kapolsek Penawangan juga menjelaskan bahwa lokasi penemuan korban berjarak cukup jauh dari rumahnya. Korban ditemukan sekitar 800 meter dari kediamannya di Desa Toko, Kecamatan Penawangan.

Berdasarkan keterangan dari pihak Puskesmas Penawangan I, korban memiliki riwayat penyakit hipertensi dan gangguan paru-paru. Korban juga tercatat sebagai pasien rutin yang kerap memeriksakan kesehatannya di Posyandu Desa Toko.

“Dugaan korban tenggelam karena terpeleset di sungai saat membasuh dan karena arus sungai irigasi yang deras, korban terbawa hingga ditemukan dengan jarak 800 meter dari rumahnya,” tambah Kapolsek.

Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan, petugas menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga. Keluarga kemudian membawa jenazah ke rumah duka untuk dilakukan prosesi pemakaman.

Peristiwa pria tenggelam di sungai irigasi Desa Kluwan, Kecamatan Penawangan, ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Kejadian tersebut juga menjadi pengingat akan bahaya aktivitas di sekitar sungai.

BACA JUGA : Bank Sampah Didorong Jadi Garda Depan Pengendalian Sampah Kota Semarang

Menanggapi kejadian tersebut, Kapolsek Penawangan mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama di wilayah Kluwan, Penawangan, yang memiliki aliran sungai irigasi dengan arus deras.

“Kita juga imbau kepada masyarakat agar berhati-hati saat beraktivitas di pinggir sungai, terutama di saat musim hujan seperti ini yang memungkinkan arus deras dan jalur sekitar sungai licin,” pungkasnya.

TYA WIDYA