KUDUS (SUARABARU.ID) — Kondisi banjir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terus menunjukkan tren membaik. Seiring surutnya genangan air dan berkurangnya intensitas hujan, ratusan warga terdampak banjir mulai kembali ke rumah masing-masing, Sabtu (24/1/2026) setelah sekutar 10 hari berada di tempat pengungsian.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mencatat jumlah pengungsi menurun drastis dibandingkan hari-hari sebelumnya. Kepala Seksi Kedaruratan dan Kebencanaan BPBD Kudus, Ahmad Munaji, mengatakan sebagian besar warga telah dipulangkan karena kondisi lingkungan dinilai semakin aman.
“Sebagian besar pengungsi sudah kembali ke rumah dari beberapa posko pengungsian,” ujar Munaji.
Sebelumnya, tercatat sebanyak 2.467 jiwa mengungsi di belasan posko. Namun, hingga Sabtu sore jumlah tersebut menyusut tajam dan kini hanya tersisa 284 jiwa yang masih bertahan di lokasi pengungsian.
Dari total 15 posko pengungsian yang sempat dibuka, sebanyak 11 posko resmi dihentikan operasionalnya. Saat ini, hanya empat posko yang masih aktif, yakni Balai Desa Gulang, Gedung NU Loram Kulon, Balai Desa Karangrowo, dan Pustu Tanjungkarang.
BPBD memperkirakan, jika kondisi genangan terus berangsur surut, sisa pengungsi yang ada kemungkinan besar akan dipulangkan pada Minggu (25/1/2026).
Secara keseluruhan, wilayah terdampak banjir di Kabupaten Kudus yang sebelumnya mencakup 38 desa di sembilan kecamatan juga mengalami penurunan debit air signifikan. Dari total 22.503 kepala keluarga atau sekitar 70.543 jiwa yang terdampak, hampir seluruh wilayah kini mulai pulih. Jumlah rumah terdampak pun menyusut drastis, dari semula 10.060 rumah menjadi 2.675 rumah yang tersebar di empat kecamatan.
Penurunan jumlah pengungsi turut berdampak pada operasional dapur umum. Dari sebelumnya 23 dapur umum yang beroperasi, kini hanya empat dapur umum yang masih aktif melayani warga. Sementara dapur umum lainnya telah ditutup karena mayoritas pengungsi telah kembali ke rumah.
Salah satu proses pemulangan pengungsi dilakukan di Posko DPRD Kudus. Lebih dari 900 pengungsi dipulangkan secara bertahap dan serentak dengan bantuan armada truk dari Kodim, Polres, serta Satpol PP.
Koordinator Posko DPRD Kudus, H. Muhtamat, menyambut baik proses pemulangan tersebut. Menurutnya, kepulangan pengungsi menjadi tanda bahwa kondisi mulai normal dan warga dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari.
“Kami bersyukur para pengungsi bisa kembali ke rumah dan menjalani kehidupan normal lagi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam penanganan banjir dan pengungsi di Aula DPRD Kudus.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan semua pihak. Semoga banjir segera benar-benar surut dan masyarakat bisa beraktivitas seperti sediakala,” pungkasnya.
Sebagai bekal kepulangan, para pengungsi yang dipulangkan dari Posko DPRD Kudus juga menerima bantuan sembako dan logistik yang masih tersedia di posko.
Ali Bustomi













