blank
Peringatan 5 tahun PASWI Wonosobo yang digelar di Gerbang Mandala Wisata. Foto : SB/dok PASWI

WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Ketua Dewan Pembina Pasar Wisata Minggu Pagi (PASWI) Wonosobo Idham Cholid meminta pemerintah daerah setempat membuka car free day untuk para pedagang kaki lima (PKL) di daerahnya.

“Kebijakan car free day sudah diberlakukan Temanggung, Banjarnegara, Banyumas dan Surakarta. Car free day sangat tepat dilakukan agar para pedagang PASWI di Wonosobo bisa leluasa dalam berdagang,” tegasnya.

Penegasan tersebut disampaikan Idham Cholid dalam acara “Peringatan 5 Tahun PASWI yang digelar PKL PASWI di Gerbang Mandala Wisata Bumireso Wonosobo, Jumat (23/1/2025). Selama ini PASWI dilakukan di Jl Soekarno-Hatta atau depan Gedung DPRD Wonosobo.

Dikisahkan Idham, PASWI dibuka pertama kali pada hari Minggu, 3 Januari 2021, saat itu dalam suasana Covid-19. Keberadaan PASWI merupakan kelanjutan dari aktivitas pedagang mingguan di Alun-Alun Wonosobo.

“Penempatan di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta menjadi pilihan yang tepat ketika Alun-Alun tak lagi bisa digunakan untuk berjualan setiap hari Minggu. PASWI dapat menjadi ruang produktif bagi para pelaku usaha, para pedagang, terutama kaum muda,” kata dia.

Menurutnya, di usia yang ke-5 PASWI tahun ini, pembenahan harus terus dilakukan agar keberadaan PKL benar-benar bermanfaat. Menjadi pilihan terbaik masyarakat setiap hari Minggu pagi, juga bermanfaat bagi para pedagang itu sendiri.

“Para pedagang yang tergabung dalam PASWI juga harus meningkatkan kapasitas dan melek teknologi di era digital ini. Harus dibekali digital marketing. Di sinilah perlunya kehadiran pemerintah untuk memberdayakan mereka,” tandas dia.

Ekonomi Kerakyatan

blank
Para PKL yang tergabung dalam PASWI Wonosobo foto bersama di Gerbang Mandala Wisata usai peringatan 5 tahun PASWI. Foto : SB/dok PASWI

Sementara itu, Ketua PASWI Wonosobo Lusi Yuliani menambahkan para pedagang harus bersyukur bahwa PASWI di usia ke-5 tahun ini masih bisa eksis. Keberadaan PASWI tak lepas dari semangat yang tak kenal lelah dari para pedagang semua.

“Para pedagang sudah berkomitmen untuk satu tekad, satu tujuan yakni sejahtera bersama. Itulah semboyan kita. Selain itu, juga perhatian pemerintah dan para wakil rakyat yang telah mengijinkan PKL untuk bisa berjualan di sepanjang jalan Soekarno-Hatta,” paparnya.

Lusi berharap, ke depan, para pedagang meminta agar pemerintah daerah benar-benar hadir untuk memberdayakan para pedagang kecil dan para pelaku usaha, yaitu UMKM. Paling tidak, setiap Minggu pagi agar dibuka kesempatan untuk Car Free Day.

“Kami meminta kepada semua anggota agar meningkatkan diri supaya PASWI lebih berdaya saing dan memberikan manfaat untuk semuanya. Pergerakan PKL sangat berpengaruh bagi pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Wonosobo,” ungkapnya.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop UKM), Wonosobo Sri Wahyuningsih menyampaikan terima kasih kepada para pedagang PASWI yang selama ini telah beraktifitas dengan sangat tertib.

“Kami selalu monitor. Keberadaan PASWI mudah-mudahan dapat menumbuhkan kreatifitas para pedagang dan pelaku UMKM, ke depan akan lebih baik lagi. Dengan perkembangan teknologi, maka tak terelakkan bagi para pelaku UMKM harus membekali diri dengan penguasaan digital marketing.

Disampaikan Sri, promosi harus terus dilakukan. Diversifikasi usaha juga harus dikembangkan dengan baik. Pemerintah daerah siap membersamai. Hal itu menjadi bagian penting dari komitmen pemerintah untuk memberdayakan ekonomi rakyat

Muharno Zarka