SEMARANG (SUABARU.ID) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) melantik dan mengambil sumpah 1.049 pejabat eselon II, III, dan IV di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Kamis 15 Januari 2025.
Artinya, lelantikan tersebut menandai diberlakukannya Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru yang menjadi dasar perubahan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Jateng. Sejumlah OPD baru terbentuk, melalui penggabungan atau pemisahan dinas yang lama.
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, mengatakan, pejabat yang baru dilantik agar memberikan kontribusi dengan integritas secara profesional. Terutama, dalam hal melayani masyarakat di 35 kabupaten/kota.
“Baik yang sifatnya administrasi maupun operasional pejabat dinas, yang tidak kalah pentingnya siapapun nanti yang mendapatkan jabatan, harus bisa melakukan kolaborasi dengan dinasnya yang lain,” katanya.
Daftar OPD Baru
Lebih lanjut terkait OPD baru, Luthfi mengatakan, hal itu sebagai akselerasi untuk penyesuaian kementerian di pemerintah pusat.
Dicontohkan dia, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) digabung dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan).
“Yang dipisah itu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). Lalu Disporapar [Pemuda, Olahraga dan Pariwisata] dipisah menjadi Dinas Kepemudaan dan Olahraga, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ekonomi Kreatif,” katanya.
Dinas Pertanian dan Pertenakan (Distanak) Jateng kini dipimpin Defransisco Dasilva Tavares. OPD ini merupakan hasil penggabungan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan).
Lalu Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Cipta Karya (PU BMCK) digabung dengan Dinas Pusat Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru). Kini menjadi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang dipimpin Henggar Budi Anggoro.
Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng telah dipisah. Kini, menjadi Dinas Pendidikan (Disdik) dipimpin oleh Sadimin, lalu Dinas Pariwisata, Kebudayaan, dan Ekonomi Kreatif dipimpin AR. Hanung Triyono.
Kemudian Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng juga dipisah. Saat ini, Dinas Kepemudaan dan Olahraga dipimpin Muhamad Masrofi.
Menurut Luthfi, pemecahan dan penggabungan dinas diperlukan untuk menyesuaikan visi dan misi. Khusususnya dalam akselerasi program di tingkat daerah maupun nasional.
Luthfi pun mengingatkan pejabat agar mensyukuri amanah yang diterima dan fokus pada pelayanan publik. Terutama, mengenai integritas sebagai aparatul sipil negara (ASN).
“Junjung tinggi integritas. Integritas bukan untuk siapa pun, tapi untuk tugas kita. Pelayanan masyarakat adalah prioritas. Gunakan kerja sama tim agar pembangunan Jateng berjalan lancar,” katanya. (*)













