blank
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menyiramkan air air bunga. Foto: Hadepe didamping SWakil Gubernur Gus Yasin, Bupati Jepara Witiarso Utomo dan Wabup M. Ibnu Jahar. Foto: Hadepe

JEPARA (SUARA BARU. ID) –  Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi telah meluncurkan angkutan perintis Karimunjawa Selasa  ( 13/2-2026) di Pelabuhan Penyeberangan Jepara. Angkutan perintis ini akan melayani transportasi darat  dengan rute Pelabuhan Penyeberangan Karimunjawa, Bandara Dewadaru, Kemujan dan Legon Bajak. Peluncuran transportasi perintis ini ditandai dengan penyiraman air bunga.

Untuk melayani transportasi perintis ini  dilayani oleh Perum Damri dengan menyiapkan 5 armada mini bus, 4 buah untuk angkutan  masyarakat dan 1  untuk cadangan.

blank
Bupati Jepara Witiarso Utomo saat menyiramkan air bunga pada mini bus. Foto: Hadepe

Area Manajer Devisi Regional 2 Semarang Damri  Sumali menjelaskan , angkutan perintis Karimunjawa merupakan komitmen untuk memberikan pelayanan transportasi  yang aman dan murah bagi masyarakat. “Harapannya dapat mendukung pengembangan potensi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraannya,” ujarnya

Sementara Bupati Jepara Witiarso Utomo dalam sambutannya memastikan bahwa transportasi perintis ini hanya diperuntukkan bagi masyarakat Karimunjawa. “Sedangan angkutan wisatawan di layani oleh usaha transportasi yang telah ada. Dengan demikian tidak terjadi benturan,” ujar Witiarso Utomo

blank
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin saat mencoba mini bus. Foto: Hadepe

Ia juga menyampaikan ucapan teria kasih kepada kementerian Perhubungan yang telah memberikan respon  terhadap keluhan masyarakat Karimunjawa yang selama ini menanggung biaya yang cukup mahal,” ungkapnya. Setelah jalan akan kita evaluasi lagi, tambahnya

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi  wilayah terluar mendapatkan perhatian. “Semua kita openi  dan tidak ada yang di tinggal, ” tegasnya.

blank
Gubernur Jawa Tengah saat memberikan sambutan peda peluncuran bus. Foto: Hadepe

Menurut Ahmad Luthfi, Karimunjawa saat ini bukan saja menjadi icon  perfiwisata nasional tetapi telah mulai dikenal di dunia internasional sebagai kawasan wisata green ekonomi. “Karena  itu harus kita jaga agar terus dapat berkembang dan menarik wisatawan,” pintanya

Hadepe