FILM Bismillah Kunikahi Suamimu besutan Sutradara Benni Setiawan merupakan drama romantis Indonesia yang mengangkat tema cinta dan pengorbanan dalam bingkai hubungan rumah tangga yang tidak biasa.
Film ini menghadirkan kisah emosional tentang persahabatan, kesetiaan, dan dilema moral, dengan konflik utama yang berpusat pada keputusan besar seorang perempuan di ambang kehilangan hidupnya.
Film yang tayang awal tahun 2023 ini dibintangi oleh Syifa Hadju, Mikha Tambayong, dan Rizky Nazar ini berusaha menyentuh sisi batin penonton melalui cerita yang sarat emosi dan pertanyaan tentang makna cinta sejati.
Cerita berfokus pada Hanna (Mikha Tambayong) dan Malik (Rizky Nazar), pasangan suami istri yang hidup bahagia dan tengah menantikan kehadiran anak pertama mereka. Kehidupan rumah tangga yang tenang itu mendadak berubah ketika Hanna divonis menderita penyakit serius yang mengancam nyawanya.
Di tengah kondisi tersebut, hadir Cathy (Syifa Hadju), seorang dokter sekaligus sahabat lama Hanna yang ternyata juga merupakan mantan kekasih Malik. Pertemuan kembali ini menjadi titik awal konflik emosional yang semakin rumit, ketika Hanna dengan penuh keikhlasan meminta Malik untuk menikahi Cathy demi masa depan suami dan anaknya kelak.
Konflik utama film ini tidak hanya terletak pada hubungan cinta segi tiga, tetapi juga pada pergulatan batin setiap tokohnya. Hanna digambarkan sebagai sosok istri yang tegar dan penuh pengorbanan, meski di balik ketenangannya tersimpan rasa takut dan sakit yang mendalam. Malik berada di posisi paling sulit, terhimpit antara tanggung jawab sebagai suami, cinta masa lalu, dan nilai moral yang diyakininya.
Sementara Cathy harus menghadapi kenyataan pahit bahwa cinta yang kembali hadir datang dengan luka, rasa bersalah, dan dilema yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Akting ketiga pemeran utama menjadi kekuatan film ini. Mikha Tambayong tampil meyakinkan sebagai istri yang rapuh namun berusaha ikhlas, memperlihatkan emosi yang tertahan dan perlahan meledak di momen-momen krusial.
Syifa Hadju berhasil membawa karakter Cathy dengan ekspresi kebimbangan yang manusiawi, tidak berlebihan namun terasa nyata. Rizky Nazar tampil sebagai figur suami yang emosional, memperlihatkan konflik batin yang kompleks antara cinta, tanggung jawab, dan ketidakberdayaan menghadapi takdir.
Dari sisi penyutradaraan, film ini dibangun dengan alur yang cukup pelan, memberi ruang bagi penonton untuk menyelami emosi setiap karakter.
Dialog-dialognya cenderung lugas dan emosional, terkadang terasa dramatis, namun sesuai dengan karakter dan situasi yang dihadapi.
Musik latar digunakan untuk memperkuat suasana haru, sementara visual film disajikan sederhana agar fokus tetap pada cerita dan hubungan antar tokoh.
Melodramatis?
Meski demikian, film ini juga menuai beragam tafsir dari penonton, terutama terkait isu poligami yang diangkat. Bagi sebagian orang, cerita ini dipandang sebagai potret keikhlasan dan pengorbanan yang ekstrem, sementara bagi yang lain, konflik yang disajikan terasa terlalu melodramatis. Namun justru di situlah letak keberanian film ini mengajak penonton untuk berpikir, berdiskusi, dan merasakan emosi yang tidak hitam-putih.
Secara keseluruhan, Bismillah Kunikahi Suamimu adalah film drama yang menyentuh dan menguras perasaan, dengan cerita yang berani mengangkat tema sensitif tentang cinta, persahabatan, dan kehilangan. Film ini tidak hanya berbicara tentang menikah atau berpisah, tetapi tentang bagaimana manusia menghadapi takdir dengan cara masing-masing.
Sebuah tontonan yang mungkin tidak mudah diterima semua penonton, namun meninggalkan kesan mendalam dan ruang refleksi tentang arti keikhlasan dalam mencintai.
Yohana Djola Djoru













