blank
Aparat kepolisian saat membantu mengevakuasi pengungsi banjir di wilayah Dusun Goleng, Pasuruhan Lor, Kudus. foto: ist

KUDUS (SUARABARU.ID) – Bencana banjir yang melanda wilayah Kabupaten Kudus hingga Selasa (13/1/2026) semakin meluas. Gelombang pengungsian warga pun mulai terjadi seiring tingginya air di wilayah pemukiman.

Salah satu titik yang warganya mulai mengungsi berada di Dukuh Goleng, Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati Kudus.

Genangan air setinggi 40 hingga 60 sentimeter terjadi menyusul intensitas hujan yang cukup tinggi. Evakuasi dilakukan oleh jajaran Polsek Jati mulai pukul 12.30 Wib.

Dengan dibantu aparat kepolisian, warga RT 1 hingga RT 3 RW 12 Dukuh Goleng diangkut dengan menggunakan truk Polri untuk kemudian mengungsi di di TPQ Qoriatul Fikri, Desa Pasuruan Lor, Kecamatan Jati.

Tercatat sebanyak lima warga berada di lokasi pengungsian yang mayoritas merupakan kelompok rentan anak-anak dan lanjut usia.

Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo melalui Kapolsek Jati AKP Hadi Noor Cahyo mengatakan evakuasi dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan warga akibat kondisi genangan yang cukup tinggi.

“Air merendam permukiman warga hingga 60 sentimeter. Demi keselamatan, kami lakukan evakuasi, terutama bagi anak-anak dan lansia,” kata AKP Hadi.

Ia menambahkan, pihak kepolisian terus melakukan pemantauan di lokasi terdampak serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi kemungkinan hujan susulan. “Saat ini warga kami tempatkan di lokasi yang aman. Kami tetap siaga dan siap melakukan evakuasi lanjutan apabila kondisi di lapangan memburuk,” ungkapnya.

Genangan Masih Tinggi

Hingga laporan ini disampaikan, empat desa di Kecamatan Mejobo masih terdampak genangan banjir, yakni Desa Mejobo, Jojo, Golantepus, dan Temulus. Ketinggian air di wilayah tersebut berkisar antara 20 hingga 55 sentimeter, dengan ribuan kepala keluarga terdampak. Genangan masih bertahan di titik-titik terendah permukiman dan area persawahan.

Tak hanya itu, genangan air juga merendam ruas jalan Kudus-Mejobo yang membuat akses lalu lintas di wilayah tersebut terputus.

Selain itu, Kecamatan Kaliwungu juga dilaporkan masih mengalami genangan di Desa Setrokalangan, Garung Kidul, dan Kedungdowo, bahkan beberapa akses jalan utama tidak dapat dilalui akibat ketinggian air yang mencapai 70–100 sentimeter di beberapa lokasi.Sementara, di wilayah-wilayah lain genangan banjir juga belum kunjung surut. Tingginya curah hujan dari Kawasan atas, hingga berita ini diturunkan membuat ketinggian air bahkan naik lagi.

Di wilayah Kecamatan Bae, genangan masih terjadi di Desa Ngembalrejo. Selain menggenangi pemukiman warga, genangan air juga masih meredam ruas jalan Pantura Kudus-Pati sekira 30 cm.

Ali Bustomi