BANJARBARU (SUARABARU.ID) — Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur, mengatakan, di wilayah ini sudah ada 14 titik sekolah rakyat. Di mana sudah operasional bertahap sejak bulan Juli-September 2025.
Total ada 1.275 anak didik, terdiri atas tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sampai sekolah menengah atas (SMA). Masing-masing berlokasi di antaranya di Pati, Banyumas, Temanggung, Wonosobo, Sragen, Jepara, dan Kota Semarang, Kabupaten Magelang, Surakarta , Banjarnegara, Kebumen, dan Blora.
“Total ada 1.275 anak ,” kata Imam di sela menghadiri peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi oleh Presiden Prabowo Dubianto yang dipusatkan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional IV Kalimantan, Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan.
Selain ke-14 titik Sekolah Rakyat yang sudah ada tersebut, Provinsi Jawa Tengah berupaya menambah jumlah sekolah rakyat pada 2026. Berkolaborasi dengan kabupaten/kota.
Setidaknya ada di empat kabupaten yang akan dibangun sekolah rakyat pada 2026. Meliputi Cilacap, Brebes, Sukoharjo, dan Rembang. Keempatnya akan mulai menerima anak didik pada tahun ajaran 2026/2027.
Lebih lanjut, beber Imam, sesuai dengan instruksi Gubernur Ahmad Luthfi, melalui program Sekolah Rakyat ini, Pemprov Jateng melakukan intervensi program kepada keluarga siswa.
“Jadi pemerintah tidak hanya menyekolahkan anak-anak dari keluarga miskin desil 1 dan desil 2, tetapi juga memberikan bantuan untuk memberdayakan keluarganya,” kata dia.
Dia mencontohkan, misalnya ada keluarga dari siswa tersebut rumahnya tidak layak, maka akan diperbaiki, yang belum berlistrik maka difasilitasi agar punya listrik. Kemudian yang belum terakses air bersih, jamban, dan sebagainya juga akan difasilitasi.
“Jadi anak-anaknya di sekolahkan, keluarganya diberdayakan. Kami dari Dinsos juga akan memberikan usaha ekonomi produktif untuk membangkitkan keluarga agar bisa berdaya,” kata If mam.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, keberadaan Sekolah Rakyat di Jawa Tengah sangat tepat untuk mengurangi angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem. Di Jawa Tengah sudah ada 14 titik rintisan sekolah rakyat yang tersebar di 13 kabupaten/kota, ditambah sekolah milik Pemprov Jateng yaitu SMK Jateng di Semarang, Pati, dan Purbalingga.
“Tujuannya di Jawa Tengah sangat pas sekali, satu sisi kita mereduksi angka miskin ekstrem, di sisi lain mengembangkan sekolah vokasi,” kata Luthfi di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 45 Semarang beberapa waktu lalu.
Dia bilang, sistem boarding school yang diterapkan di Sekolah Rakyat juga penting untuk memberikan pendidikan moral, perilaku, dan mental. Kebiasaan hidup mandiri di asrama dan juga kedisiplinan menjadi landasan untuk membentuk mental kepribadian masing-masing anak. (*)
Diaz A Abidin













