KUDUS (SUARABARU.ID) – Genangan banjir yang kembali merendam Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, tak menghalangi tekad sepasang calon pengantin untuk melangsungkan hari bahagia mereka. Meski akses jalan dan lingkungan sekitar rumah terendam air, akad nikah dan resepsi sederhana tetap digelar.
Pasangan Rahmatul Ummah Fitriyani (28) dan Muhammad Firdaus Bagus Pratama (24) resmi mengikat janji suci pernikahan di rumah mempelai perempuan yang berada di RT 2 RW 6 Desa Kesambi, Senin (12/1/2026). Banjir yang sejak siang sempat surut kembali meninggi pada malam hari, tepat menjelang pelaksanaan acara.
Air merendam jalan masuk dan sebagian permukiman warga, memaksa seluruh rangkaian pernikahan dilakukan dengan penyesuaian kondisi. Dekorasi dibuat sederhana, sementara jamuan untuk tamu disajikan di area yang relatif aman dari genangan. Sejumlah tamu bahkan menikmati hidangan sambil berdiri.
Rahmatul Ummah mengaku tidak pernah membayangkan banjir datang bertepatan dengan hari pernikahannya. Ia menyebut, sebelumnya wilayah tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda akan dilanda banjir.
“Tidak menyangka sama sekali, sebelumnya memang kering dan aman,” ujarnya.
Dengan keterbatasan waktu dan kondisi banjir yang sudah terlanjur menggenangi lokasi, keluarga memutuskan untuk tetap melanjutkan acara. Pemindahan lokasi dinilai tidak memungkinkan karena situasi yang sudah mendesak.
“Kalau mau pindah tempat juga sudah tidak mungkin, airnya sudah keburu naik,” tambahnya.
Sementara itu, mempelai pria Muhammad Firdaus Bagus Pratama yang berasal dari Perambatan Idul, Kalimantan, mengatakan bahwa banjir tidak mengurangi kesakralan prosesi pernikahan mereka. Ia bahkan harus menempuh perjalanan lebih lama karena banyak ruas jalan terendam.
“Yang terpenting akadnya sah dan niatnya baik. Soal banjir, itu di luar kendali kami,” tuturnya.
Firdaus mengungkapkan, perjalanan menuju Desa Kesambi yang biasanya singkat harus ditempuh hampir dua jam dengan memutar jalur alternatif. Sejumlah akses utama tidak dapat dilalui kendaraan akibat genangan air yang cukup tinggi.
Ali Bustomi













