blank
Petugas PDAM Tirta Moedal Kota Semarang melakukan pembongkaran dan reposisi hidran di Jalan Majapahit, tepatnya di dekat Polsek Pedurungan, Senin 5 Januari 2026. Foto : Hp

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Menanggapi perhatian publik serta informasi yang beredar terkait keberadaan hidran yang terpendam akibat peninggian atau pengecoran jalan di beberapa titik Kota Semarang, Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang memberikan respon cepat dan klarifikasi resmi.

Plt. Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang, Hariyadi, menyampaikan bahwa pihaknya menyadari pentingnya fungsi hidran sebagai infrastruktur vital keselamatan publik.

Oleh karena itu, PDAM Tirta Moedal telah menyusun langkah strategis untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. “Dalam waktu dekat, PDAM Tirta Moedal akan menginisiasi dan menyelenggarakan rapat koordinasi (Rakor) teknis bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait,” kata Hariyadi.

“Tujuan utama dari rapat koordinasi ini adalah melakukan evaluasi bersama secara menyeluruh. Kami akan membahas penataan ulang dan penguatan infrastruktur pendukung instalasi hidran. Target kami jelas, agar keberadaan hidran kembali mudah diakses, berfungsi optimal, dan siap mendukung upaya penanggulangan kebakaran secara cepat dan efektif,” ujar Hariyadi, Senin 5 Januari 2026.

Baca juga Puluhan Hidran Kota Semarang Tidak Berfungsi, Cuma 10 Saja yang Oke

Selain pembenahan fisik di sejumlah titik lokasi hidran, Hariyadi juga menegaskan komitmen Perumda Air Minum Tirta Moedal yang selama ini telah berjalan dalam mendukung tugas dan fungsi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang.

Dukungan tersebut meliputi suplai darurat, bila dalam kondisi darurat atau kejadian kebakaran, PDAM menyiagakan armada tangki air untuk menyuplai kebutuhan air langsung ke lokasi kejadian sesuai kebutuhan di lapangan.

“Kami juga memberikan dukungan akses terminal air untuk kegiatan nonbencana atau operasional rutin, armada Damkar diperkenankan mengambil air di terminal air milik PDAM,” katanya.

Lebih jauh Hariyadi menekankan bahwa seluruh dukungan air bersih yang diberikan kepada Damkar merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility CSR).

“Dukungan ini kami berikan melalui anggaran CSR PDAM. Artinya, tidak ada penagihan biaya air kepada pihak Damkar. Ini adalah bentuk kontribusi nyata kami demi keselamatan warga Kota Semarang,” katanya.

Menutup keterangannya, Hariyadi menyatakan bahwa Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang akan terus berkomitmen memberikan pelayanan air bersih yang andal, berkelanjutan, dan berkualitas. Pihaknya senantiasa terbuka untuk berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan infrastruktur kota berfungsi optimal demi kepentingan bersama.

Hery Priyono