blank
Dua dalang Ki Daffa Ridho Adriansyah dan Ki Ahmad Nur Firdaus menerima penyerahan dua tokoh wayang Prabu Kresna dan Prabu Puntadewa, untuk segera memulai pentas Lakon Sesaji Rajasuya.(Dok.Begug SW)

SUKOHARJO (SUARABARU.ID) – Pagelaran wayang kulit dua dalang, semalam, tersaji istimewa. Hadir menjadi event wisata budaya di malam old and new year. Karena, waktu pentasnya bersamaan dengan penyambutan malam Tahun Baru 2026. Meskipun wayangan ini, hajat utamanya untuk peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-99 Eyang Putri Rakidjem Karsoredjo.

Tokoh masyarakat Kabupaten Sukoharjo, Begug SW, mengabarkan, pentas wayang dua dalang ini berlangsung di halaman rumah Eyang Putri Rakidjem Karsoredjo di Kampung Madyorejo, Kelurahan Jetis, Kecamatan Suoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Kata Begug SW, dalam konteks ulang tahun, pagelaran wayang kulit dapat melambangkan harapan akan kebijaksanaan, umur panjang dan doa agar yang berulang tahun selalu berada dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Esa. ”Sekaligus untuk ikut melestarikan budaya adiluhung,” ujarnya.

Ikut hadir, Kepala Kelurahan (Lurah) Jetis, Suyamto SE, MM, Kepala Lingkungan (Kaling)-4 Kurniawan Rosidi SPd. Lurah dari Banmati Paidi SSos, MM, Ketua Rukun Warga (RW)-07 M Fachrudin MPd beserta pengurus, Ketua RT 01/07 Madyorejo Joko Sarjana dan pengurus, serta warga masyarakat.

Antusias warga begitu besar untuk menyaksikan pertunjukan wayang kulit yang digelar di malam penyambutan malam old and new year tersebut. Dua dalang remaja yang mementaskan pagelaran, terdiri atas duet Ki Daffa Ridho Adriansyah dari Baki Sukoharjo dan Ki Ahmad Nur Firdaus dari Kelurahan Banmati. Keduanya masih duduk di Kelas 1 SMP Negeri 2 Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo.

Duet dalang remaja ini, tampil pentas membawakan Lakon Sesaji Raja Suya, diiringi para seniman pengrawit dari Manunggal Laras Kelurahan Banmati, Sukoharjo.

Tahun 2026

Acaranya, diawali sambutan ucapan selamat datang dari tuan rumah yang disampaikan Muskamdi. Dia menyampaikan terimakasih kepada semua tamu. Perlu saya sampaikan, kata Muskamdi, bahwa pagelaran wayang kulit malam ini dalam rangka ulang tahun Eyang Putri Rakidjem Karsoredjo yang Ke 99 tahun. ”Sekaligus menyongsong Tahun Baru 2026,” ujarnya.

Lurah Jetis, Suyamto, dalam sambutannya, menyampaikan, pagelaran wayang kulit tidak hanya hadir sebagai hiburan, tetapi juga sarana untuk melestarikan budaya adi luhung, dan mempererat tali persaudaraan sesama warga. Dalam kesempatan itu, Lurah Suyamto menyampaikan selamat ulang tahun kepada Eyang Putri Rakidjem Karsoredjo, yang dikaraunai usia 99 tahun. ”Selamat ulang tahun Eyang Putri, panjang umur dan sehat selalu,” ujar Lurah Suyamto. Di momentum malam old and new year itu, juga disampaikan ucapan selamat menyambut Tahun Baru 2026.

Menandai awal pemantasan, diserahkan dua tokoh wayang terdiri atas Prabu Kresna dan Prabu Puntadewa. Penyerahan dilakukan oleh Lurah Suyamto dan Muskamdi, kepada kedua dalang.

Pentas wayang ini, mengisahkan upaya Prabu Puntadewa (Yudhistira) yang mengadakan sesaji sebagai wujud syukur, namun berujung pada konflik dengan Prabu Jarasandha yang haus kekuasaan. Lakon ini, mengajarkan tentang kebaikan melawan kejahatan. Menampilkan sejumlah tokoh wayang favorit, seperti Bimasena dan Arjuna, yang tampil secara heroik mengalahkan kezaliman Jarasanda, sebagai simbol pihak kebaikan dalam meraih kemenangan.

Lakon wayang kulit yang mengangkat cerita dari epos Mahabharata ini, mengisahkan ambisi jahat Prabu Jarasanda yang ingin mempersembahkan tumbal sebanyak 100 raja dalam upacara Sesaji Kalaludra yang digelarnya. Namun siasat licik Prabu Jarasanda, digagalkan oleh strategi cerdas Prabu Kresna bersama para Senapati Panda. Ujungnya, Prabu Jarasanda tewas mengenaskan dengan kondisi tubuhnya terbelah dua.(Bambang Pur)