GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Sektor pariwisata di Kabupaten Grobogan belum mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) sampai akhir tahun 2025 ini.
Sejumlah objek wisata unggulan yang dikelola pemerintah daerah melalui Disporabudpar Grobogan masih menunjukkan capaian pendapatan yang relatif rendah.
Dua destinasi andalan, yakni Bledug Kuwu serta Goa Lawa dan Goa Macan, belum mampu mendongkrak PAD sesuai target yang telah ditetapkan. Kondisi tersebut mencerminkan masih lemahnya daya tarik dan pengelolaan wisata daerah.
Khusus untuk Goa Lawa dan Goa Macan, capaian pendapatan hingga akhir tahun ini bahkan belum menyentuh separuh dari target yang ditetapkan. Rendahnya angka kunjungan wisatawan menjadi faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut.
BACA JUGA : Identitas Jasad Pria Tertemper KA Harina di Grobogan Terungkap, Ini Fakta yang Diungkap Polisi
Kepala UPTD Pengelola Objek Wisata Disporabudpar Grobogan, Nanik Widyastuti, mengungkapkan bahwa jumlah wisatawan yang berkunjung ke Goa Lawa dan Goa Macan di Desa Sedayu, Kecamatan Grobogan, terus mengalami penurunan sepanjang tahun 2025.
“PAD belum sampai 50 persen. Dari Januari sampai November 2025, jumlah pengunjung baru 664 orang,” ungkap Nanik, saat ditemui beberapa waktu lalu.
Ia menilai, angka tersebut jauh dari harapan dan menjadi sinyal perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan destinasi wisata Goa Lawa dan Goa Macan agar kembali diminati wisatawan.
Menurut Nanik, kondisi akses jalan menuju lokasi wisata menjadi salah satu penyebab utama sepinya pengunjung. Jalur menuju kawasan wisata dinilai belum ramah bagi wisatawan, terutama rombongan besar.
“Akses ke lokasi sempit, licin dan curam. Ini menjadi kendala utama dalam pengembangan wisata Goa Lawa dan Macan,” jelasnya.
BACA JUGA : UMK Batang Tertinggi se-Eks Karesidenan Pekalongan
Ia menambahkan, kondisi medan yang cukup ekstrem membuat banyak calon wisatawan mengurungkan niat untuk berkunjung, khususnya saat musim hujan atau ketika membawa kendaraan berukuran besar.
Untuk menjawab persoalan tersebut, Disporabudpar Grobogan telah mengajukan usulan perbaikan infrastruktur jalan ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Grobogan Tahun Anggaran 2026.
Usulan tersebut mencakup pelebaran jalan sepanjang 2,4 kilometer menuju kawasan wisata Goa Lawa dan Goa Macan, dengan harapan dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengunjung.
BACA JUGA : Rilis Akhir Tahun 2025: Polres Grobogan Catat Angka Kecelakaan Menurun
“Harapannya, dengan akses yang lebih lebar dan nyaman, minat wisatawan untuk datang bisa meningkat,” imbuhnya.
Selain persoalan infrastruktur, Disporabudpar Grobogan juga menyoroti lemahnya promosi wisata sebagai faktor yang turut memperparah sepinya pengunjung. Upaya promosi dinilai belum berjalan optimal dalam beberapa tahun terakhir.
Tak hanya itu, absennya paket wisata terpadu turut memengaruhi menurunnya daya tarik Goa Lawa dan Goa Macan. Padahal sebelumnya, destinasi ini pernah tergabung dalam satu rangkaian paket wisata kawasan.
“Dulu ada paket wisata dari JPI ke Gua Lawa dan Macan, bahkan ke Air Terjun Gulingan. Sekarang sudah sepi, jadi Gua Lawa dan Macan ikut terkena imbasnya,” keluh Nanik.
Kondisi tersebut membuat aliran wisatawan yang biasanya datang secara berkelompok atau melalui biro perjalanan kini hampir tidak terdengar lagi.
BACA JUGA : Pemerintah Terbitkan Surat Edaran Kewajiban Pembayaran Royalti Lagu-Musik di Ruang Publik Komersial
Meski menghadapi berbagai tantangan, Disporabudpar Grobogan tetap menyimpan optimisme terhadap kebangkitan sektor pariwisata daerah, khususnya Goa Lawa dan Goa Macan, pada tahun mendatang.
Pihaknya berencana melakukan promosi secara mandiri dan lebih masif dengan melibatkan forum pengelola destinasi wisata yang ada di Grobogan.
BACA JUGA : PWI Jateng Sampaikan Seruan Akhir Tahun Berisi 5 Butir Pernyataan Sikap
Selain itu, Disporabudpar Grobogan juga akan menyusun kembali paket wisata berbasis satu kawasan agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan destinasi dalam satu kunjungan.
Langkah lain yang disiapkan adalah melakukan audiensi dan sosialisasi ke sekolah-sekolah serta wilayah sekitar guna memperkenalkan kembali potensi wisata Goa Lawa dan Goa Macan kepada masyarakat.
“Ke depan kami akan lebih gencar promosi, terutama dengan membangun paket destinasi dalam satu area agar lebih menarik bagi wisatawan,” pungkasnya.
TYA WIDYA













