blank
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono saat meresmikan Gerakan Kesemestaan Bank Sampah sekaligus Operasionalisasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Foto: Istimewa.

KOTA TEGAL (SUARABARU.ID) – Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, bersama Wakil Wali Kota Tegal meresmikan Gerakan Kesemestaan Bank Sampah sekaligus Operasionalisasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 3R di TPST Slerok, Selasa (23/12) pukul 09.30 WIB.

Kegiatan ini dihadiri oleh Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tegal Yuli Prasetiya, jajaran Forkopimda, Kepala Perangkat Daerah, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Tegal, para camat dan lurah, kepala sekolah berprestasi, Ketua TP PKK Kota Tegal, penggiat lingkungan, pengurus Asosiasi Bank Sampah Indonesia (Asobsi) Kota Tegal, tokoh masyarakat, serta warga Kelurahan Slerok.

Plt Kepala DLH Kota Tegal menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya peresmian Gerakan Kesemestaan Bank Sampah dan beroperasinya TPST 3R di Kelurahan Slerok. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Tegal dalam memperkuat pengelolaan sampah dari sektor hulu dan tengah, tidak hanya berfokus pada pengolahan di tempat pemrosesan akhir.

Pada 2025, Kota Tegal berhasil meraih tujuh penghargaan lingkungan tingkat nasional, di antaranya Sekolah Adiwiyata Mandiri oleh UPTD SPF SMPN 14 dan SMPN 15, Sekolah Adiwiyata Nasional oleh UPTD SPF SMPN 1, SMPN 2, dan SMAN 4, Program Kampung Iklim (Proklim) kategori Utama oleh Kelurahan Kejambon dan kategori Madya oleh Kelurahan Slerok.

Selain itu, meningkatkan sarana dan prasarana di tiga TPST 3R, yakni TPST 3R Slerok, Prupuk Kunting, dan Jelerek, berupa penambahan mesin pencacah, conveyor, sumur panggang, serta peralatan pendukung lainnya. Peningkatan ini diharapkan mampu menurunkan volume timbulan sampah secara signifikan dan menghasilkan manfaat ekonomi serta energi terbarukan bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Asobsi Kota Tegal Santoso dalam sambutannya mengatakan bahwa “Kunci utama pengelolaan sampah bukanlah pada kecanggihan alat, melainkan pada kesadaran dan kepedulian bersama, “kata Santoso. Ia menyampaikan bahwa dalam kurun waktu lima tahun, jumlah bank sampah di Kota Tegal telah berkembang pesat dari sekitar 18 bank sampah menjadi lebih dari 180 bank sampah, berkat dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat.

Puncak acara ditandai dengan peresmian Gerakan Kesemestaan Bank Sampah dan Operasionalisasi TPST 3R Slerok oleh Wali Kota Tegal. Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa kebersihan lingkungan harus dimulai dari hal paling kecil, yakni dari diri sendiri dan rumah tangga.

“Kalau ingin lingkungan bersih, mulai dulu dari diri kita, dari rumah kita, dari kamar mandi, kamar tidur, baru ke lingkungan sekitar. Kesadaran inilah yang harus terus dijaga dan berkelanjutan,” tegas Dedy.

Wali Kota mengapresiasi kinerja DLH, pemerintah kelurahan, sekolah, komunitas, dan seluruh masyarakat yang telah berkolaborasi dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih baik di Kota Tegal. Ia menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan, khususnya kepada masyarakat dewasa, mengenai pemilahan sampah organik, anorganik, dan B3.

Sebagai rangkaian kegiatan, Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Forkopimda melakukan aksi simbolis memasukkan sampah pada fasilitas pemilahan, mencoba pengomposan menggunakan komposter ember tumpuk, meninjau pameran ASOBSI, serta melihat langsung proses pengolahan dan penggilingan sampah di TPST Slerok.

Melalui peresmian ini, Pemerintah Kota Tegal berharap Gerakan Kesemestaan Bank Sampah dan TPST 3R tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi benar-benar menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan demi mewujudkan Kota Tegal yang bersih, sehat, dan nyaman bagi generasi sekarang maupun mendatang.

Nur Muktiadi