blank
Biro Umroh Amanah Wisata Group Kudus. Foto:Ali Bustomi

KUDUS (SUARABARU.ID) – Sejumlah jemaah umroh mendatangi kantor biro perjalanan Amanah Wisata Grup yang berlokasi di RT 4 RW 3 Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Selasa (23/12/2025) siang. Kedatangan mereka bertujuan meminta kejelasan sekaligus menuntut pengembalian uang jamaah yang gagal berangkat.

Salah satu jemaah yang mengaku menjadi korban adalah Ahmadi (57), warga Desa Golantepus, Kecamatan Mejobo. Ia mengungkapkan kekecewaannya lantaran rencana umroh bersama istrinya yang dijadwalkan berangkat pada Februari 2025 batal tanpa penjelasan yang jelas dan memuaskan. Padahal, ia telah melunasi biaya perjalanan umroh sebesar sekitar Rp 67 juta untuk dua orang, atau masing-masing sekitar Rp 33,5 juta.

Ahmadi menuturkan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan jauh hari sebelum keberangkatan. Bahkan, ia dan keluarga sudah menggelar acara syukuran sebagai bentuk kesiapan dan rasa syukur atas rencana ibadah ke Tanah Suci. Namun, harapan tersebut pupus setelah pihak biro menyampaikan pembatalan keberangkatan secara mendadak, hanya sekitar satu minggu sebelum jadwal yang telah ditentukan.

Menurut Ahmadi, pihak Amanah Wisata Grup sempat menjanjikan pemberangkatan ulang setelah musim haji 2025. Akan tetapi, karena merasa tidak ada kepastian, ia memilih meminta pengembalian dana secara penuh. Keputusan itu diambil karena acara syukuran sudah terlanjur digelar, sehingga ia akhirnya tetap berangkat umroh menggunakan jasa biro lain.

Meski demikian, hingga kini dana yang telah disetorkannya belum juga dikembalikan. Ahmadi mengaku hanya menerima janji bahwa uang tersebut akan dikembalikan pada tahun 2026 mendatang. Ia pun mendatangi kantor biro untuk meminta kepastian secara langsung karena dana tersebut sangat berarti bagi kelangsungan hidupnya di masa tua.

“Datang ke sini berharap ada kejelasan. Uang itu hasil kerja keras dan sangat kami butuhkan,” ungkap Ahmadi dengan nada kecewa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari para jemaah, jumlah calon jamaah yang gagal berangkat umroh melalui biro tersebut diperkirakan mencapai sekitar 80 orang. Dari jumlah tersebut, masih terdapat 18 jemaah yang hingga kini belum menerima pengembalian dana, meskipun jadwal keberangkatan telah lama terlewat.

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa kantor Amanah Wisata Grup sudah tidak beroperasi secara normal. Tidak terlihat aktivitas pelayanan seperti biasanya. Saat para jemaah mendatangi kantor, hanya satu orang karyawan yang berada di tempat untuk memberikan penjelasan.

Karyawan tersebut, Jumadi, menyampaikan bahwa pemberangkatan umroh terakhir dilakukan pada Oktober 2025. Setelah itu, seluruh kegiatan operasional dihentikan dan para karyawan memilih mengundurkan diri. Ia menjelaskan bahwa saat ini jemaah yang ingin menanyakan kejelasan atau meminta pengembalian dana diminta untuk menghubungi pemilik biro secara langsung.

Jumadi juga menyebutkan bahwa pemilik Amanah Wisata Grup sedang berada di luar kota. Terkait gagalnya pemberangkatan umroh, pihak biro berdalih adanya permasalahan kerja sama dengan pihak lain, termasuk dugaan penipuan dalam proses pemesanan tiket pesawat dan akomodasi hotel.

Meski operasional biro telah berhenti, Jumadi menegaskan bahwa pemilik biro masih menyatakan memiliki itikad baik untuk menyelesaikan seluruh kewajiban, termasuk mengembalikan dana jemaah yang gagal berangkat umroh. Namun, hingga saat ini para jemaah masih menunggu kepastian realisasi janji tersebut.

Ali Bustomi