JEPARA (SUARABARU.ID) — SMK Negeri 1 Bangsri, Kabupateen Jepara telah menyelenggarakan kegiatan Unjuk Karya Produk Inovasi Murid yang bertempat di Gedung Shima, Sekretariat Daerah Kabupaten Jepara Jepara, Selasa 23 Desember 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Bantuan Pemerintah Program Proyek Kreatif dan Kewirausahaan SMK Tahun 2025. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran guru SMK Negeri 1 Bangsri serta tamu undangan dari berbagai instansi terkait, di antaranya Kepala Dinas Koperasi, UKM, Nakertrans Kabupaten Jepara, Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), serta Asosiasi Pengusaha Kayu Jepara (APKJ).

Kegiatan unjuk karya ini menjadi puncak dari rangkaian panjang pelaksanaan Program Proyek Kreatif dan Kewirausahaan yang telah dilalui peserta didik melalui berbagai tahapan pendukung, seperti workshop market feedback dan business model testing. Melalui proses tersebut, siswa memperoleh pengalaman nyata dalam mengembangkan ide usaha agar selaras dengan kebutuhan pasar serta memiliki nilai jual dan keberlanjutan usaha.
Mengawali kegiatan, para hadirin disambut dengan penampilan seni dari siswa-siswi SMK Negeri 1 Bangsri yang berhasil menciptakan suasana hangat dan penuh antusiasme. Penampilan pembuka ini menjadi wadah untuk menampilkan bakat serta kreativitas peserta didik sebelum memasuki rangkaian acara inti.

Penampilan pertama dibawakan oleh Nova dari kelas XI MPLB 3 yang membawakan lagu Jadi Kekasihku Saja karya Keisya Levronka dengan penuh penghayatan. Suasana semakin berwarna ketika Donita dari kelas XI PM 2 tampil membawakan lagu Kawitaning Sinawang yang menghadirkan nuansa khas dan sarat makna. Rangkaian penampilan pembuka kemudian ditutup kembali oleh Nova dengan lagu Bertaut karya Nadin Amizah yang berhasil memukau para hadirin.
Rangkaian acara resmi diawali dengan pembacaan basmalah, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai wujud penanaman sikap nasionalisme dan cinta tanah air. Kekhidmatan acara semakin terasa saat seluruh hadirin bersama-sama menyanyikan Mars Jepara sebagai simbol kebanggaan terhadap daerah.

Acara pembukaan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Agung, S.T., dengan harapan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi semua pihak.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Nur Aziz selaku Pelaksana Harian (Plh.) Kepala SMK Negeri 1 Bangsri. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini.

Ia menegaskan bahwa Program Proyek Kreatif dan Kewirausahaan SMK Tahun 2025 bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan peserta didik melalui karya nyata yang berbasis potensi lokal. “Ini diwujudkan melalui lahirnya inovasi digital Sakayu dan Katalis, yang menjadi contoh konkret bagaimana kreativitas siswa mampu menjawab kebutuhan pasar sekaligus mendukung pengembangan ekonomi daerah,” ujarnya
Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Harmanto, S.Pd., M.Pd., selaku perwakilan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi Jawa Tengah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa lulusan SMK memiliki tiga pilihan utama setelah menyelesaikan pendidikan, yaitu melanjutkan studi, bekerja melalui kerja sama dengan dunia industri, atau berwirausaha. “Jalur kewirausahaan dinilai sebagai bekal penting bagi lulusan SMK karena berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan baru,” tegas Harmanto

Selain itu, ia menekankan pentingnya peran Bursa Kerja Khusus (BKK) serta mengimbau peserta didik untuk terus menggali potensi diri, mengembangkan kompetensi, dan berkreasi agar mampu beradaptasi dengan dinamika dunia kerja yang terus berkembang.
Memasuki agenda utama, dilaksanakan unjuk kerja dan presentasi produk inovasi oleh tim Sakayu dan Katalis. Pemaparan disampaikan oleh Fatacha Aura sebagai perwakilan tim Sakayu dan Satria Andreano sebagai perwakilan tim Katalis. Keduanya memaparkan konsep, tujuan, serta keunggulan dari inovasi yang dikembangkan.
Sakayu merupakan platform berbasis laman web yang berfokus pada penjualan produk furnitur asli Jepara. Platform ini mempertemukan pengrajin lokal dengan konsumen yang mencari produk berkualitas tinggi, seperti kursi, meja, lemari, hingga dekorasi rumah berbahan kayu pilihan. Setiap produk yang ditampilkan telah melalui proses kurasi untuk memastikan kualitas ukiran dan hasil akhir yang menjadi ciri khas Jepara. Selain memberikan pengalaman berbelanja yang mudah, aman, dan transparan, Sakayu juga berperan dalam membantu UMKM serta pengrajin tradisional memperluas jangkauan pemasaran.
Sementara itu, Katalis merupakan sebuah agensi pemasaran digital yang berfokus pada pendampingan UMKM furnitur asli Jepara agar dapat naik kelas melalui penerapan strategi pemasaran digital. Katalis hadir sebagai solusi bagi pelaku usaha lokal dalam mengoptimalkan branding, promosi melalui media sosial, serta pengelolaan pemasaran digital agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Setelah sesi pemaparan, acara dilanjutkan dengan penyampaian kritik dan saran dari para tamu undangan sebagai bentuk evaluasi dan upaya penyempurnaan inovasi siswa ke depannya. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama. Selanjutnya, para tamu undangan diarahkan untuk mengunjungi pameran karya siswa SMK Negeri 1 Bangsri sebagai bentuk apresiasi terhadap hasil karya dan kreativitas peserta didik.
Hadepe – Rifa Aulia – Evi Rinawati













