JEPARA (SUARABARU.ID) – Kelas Pelajar Mengukir yang diselenggarakan oleh Yayasan Pelestari Ukir Jepara bersama Paguyuban Sunggig Prabangkara dan Paguyuban Pengukir Perempuan R.A. Kartini berhasil menyelesaikan pelatihan dasar mengukir bagi 172 pelajar. Pelatihan di gelar sejak tanggal 21 November hingga 20 Desember 2025 dengan tujuan untuk mengenalkan salah satgu budaya Jepara dan menumbuhkan minat dan rasa cinta siswa terhadap seni ukir.

Mereka terdiri dari siswa SD, SMP/MTs/ SMA dan SMK di Kabupaten Jepara. Pelatihan yang terbagi dalam 9 angkatan ini dilaksanakan di Galeri Wood Carving di Pantai Kartini. Setiap angkatan pelatihan dilaksanakan dua hari.
Bupati Jepara H. Witiarso Utomo saat meresmikan Jepara Wood Carving Performance di Pantai Kartini Jepara 6 November 2025 menegaskan memberian apresiasi dan dukungan terhadap upaya Yayasan Pelestari Ukir Jepara. Ia berharap melalui gelaran tersebut dapat memperkenalkan seni ukir kepada wisatawan yang mengunjungi Karimunjawa serta memberikan pelatihan mengukir bagi para pelajar dan warga masyarakat.

Ia juga mengaku mendukung kegiatan pelestarian seni ukir dikalangan pelajar di Jepara. “ Ini sekaligus menjawab semakin berkurangnya pelestarian alamiah melalui keleuarga perajin serta pola nyantrik. Penegasan tersebut diungkapkan saat membuka kelas Pelajar Mengukir dalam sambutan tertulisnya yang di sampaikan staf ahli bupati Sridana Paminto pada 21 November 2025
Dilombakan
Direncanakan peserta pelatihan P;e;ajar Menghukir ini akan dilombakan secara khusus pada bulan April 2025. “ Harapan kami dengan cara itu dapat dilakukan pemninaan secara berkelanjutan dan sekaligus sebagai evaluasi atas pelaksanaan kelas Pelajar Mengukir.,” ujar Ketua Umum Yayasan Pelestari Ukir Jepara Hadi Priyanto

Disamping itu pada tahun 2026 mendatang juga akan dilakukan kelas Pelajar Mengukir bagi pelajar tingkat SD / MI, MTs / SMP, SMK/SMA,MA dan mahasiswa. “ Ini sekaligus untuk menjawab keterbatas kemampuan sekolah untuk mengajarkan seni ukir kepada siswa karena keterbatasan kurikulum,” ujar Hadi. Harapan kami dapat bekerjasama dengan Disdikpora dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, tambah Hadi
Ia juga menjelaskan, pada tahun 2026 juga direncanakan akan membuka paket khusus belajar mengukir bagi wisatawan. “Mereka akan dibimbing oleh instruktur yang memiliki kemampuan dan pengalaman mengajar seni ukir yang terdiri dari akademisi, praktisi dan seniman,” ujarnya.
Septiana Wibowo













