blank
Wakil Ketua DPRD Jepara, Drs H. Junarso

JEPARA (SUARABARU.ID) –   Libur sekolah adalah momen yang selalu ditunggu-tunggu oleh anak-anak. Setelah berbulan-bulan belajar, mereka akhirnya punya waktu untuk beristirahat, bermain, dan mengeksplorasi hal-hal baru. Tapi agar libur sekolah tetap bermanfaat, orang tua bisa membantu mengarahkan aktivitas anak supaya tetap seimbang antara hiburan dan pengembangan diri.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua DPRD Jepara Drs H. Junarso saat diminta tanggapannya seputar libur sekolah yang akan mulai tanggal 22 Desember 2025 sampai tanggal 5 Januari 2026, Kamis (18/12-2025).  “Libur sekolah harus dikelola dengan baik sehingga anak-anak dapat terus mengembangkan potensi dirinya dan bukan malah terjebak dengan kegiatan yang kontra produktif,” ujar Junarso.

blank
Permainan tradisional yang dikembangkan oleh Komunitas Carang Pakang Bandengan. Foto: Hadepe

Karena itu menurut Junarso, anak-anak perlu dibiasakan menyusun jadwal sederhana bisa membantu anak tetap dalam ritme teratur. “Tidak perlu ketat seperti hari sekolah—cukup atur jam bangun, waktu bermain gadget, jam membaca, atau kegiatan keluarga. Dengan begitu, ritme harian anak tetap stabil dan tidak kaget saat masuk sekolah lagi,” tuturnya.

Ia menyebut, liburan adalah waktu terbaik untuk mengeksplorasi hobi. Misalnya menggambar, memasak sederhana, berkebun, beternak,  belajar musik, atau mencoba permainan edukatif. Hobi baru bisa memberi pengalaman berbeda yang mungkin tidak sempat dilakukan saat sekolah,” tuturnya.

blank
Galeri Jepara Wood Carving Pantai Kartini menawarkan paket Liburan Kreatif Mengukir. Foto: Hadepe

Junarso juga menyarankan kepada orang tua dan anak untuk mengurangi pemakaian gadget dan memperbanyak aktivitas fisik. ”Gadget memang menarik. Namun dapat membuat anak acuh tetap kondisi sosial dan dilingkunganya.  Ajak mereka bermain di luar, bersepeda, berenang, atau sekadar jalan pagi. Aktivitas fisik tidak hanya menyehatkan, tapi juga membuat anak tidur lebih nyenyak dan mood lebih stabil,” tuturnya

Wakil Ketua DPRD Jepara ini juga menilai, liburan bukan berarti harus berhenti belajar. “Ada banyak cara belajar yang menyenangkan: menonton video edukatif, bermain permainan matematika, membaca buku cerita, atau mengikuti kelas singkat online. Pilih aktivitas yang mengasah otak tapi tetap terasa seperti bermain,” ungkapnya.

blank
Edu Wisata Jati Cindhe Kembang yang dikelola oleh ara guru anggota PGRI. Foto: Hadepe

Yang paling penting, menurut Junarso  jangan lupa beri anak waktu istirahat yang cukup.  “Biarkan mereka menikmati momen santai tanpa beban, karena liburan memang waktunya mengembalikan  dan memulihkan energi yang banyak tersita karena belajar,” urainya

Ia juga memberikan apresiasi terhadap para pengelola tempat-tempat edu wisata yang menyiapkan paket khusus selama liburan, seperti  yang dilakukan oleh PGRI dan Guru di Kecamatan Kembang yang telah mendirikan Edu Wisata Jati Cindhe Kembang. Juga ada kelas Liburan Kreatif Mengukir yang diselenggarakan  di Galeri Jepara Wood Carving  di Pantai Katrtini serta Komunitas Carang Pakang di Bandengan  dengan permainan tradisionalnya.

Hadepe