blank
Komper Wardopo memberi pelatihan menulis nonfiksi di SMPN 1 Karangsambung , Kebumen, Kamis 18/12.(Foto:SB/Humas SMPN 1 Karangsambung.

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Sebanyak 30 siswa pengurus OSIS serta perwakilan kelas SMPN 1 Karangsambung, Kebumen, Kamis (18/12) mengikuti kegiatan workshop jurnalistik.

Kegiatan di Ruang Laborat itu dibuka oleh Kepala Sekolah SMPN 1 Karangsambung H Sapto Wimartono ST MKom. Menghadirkan narasumber Komper Wardopo, wartawan senior PWI Jateng yang juga koresponden media on line Suarabaru.id.

Acara dihadiri Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 1 Karangsambung Eko Wahyudi SPd MPd, serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Dian Arianto ST MPd.

Kepala SMPN 1 Karangsambung Sapto Wimartono kepada para siswa menyatakan, pada pagi itu para pengurus OSIS akan menerima pengalaman sangat berharga dari praktisi jurnalistik.”Kalian bisa banyak belajar bagaimana menjadi jurnalis yang baik,”tandas Sapto.

blank
Kepala SMPN 1 Karangsambung Kebumen Sapto Wimartono membuka workshop jurnalistik bagi siswa kader literasi, Kamis 18/12.(Foto:SB/Humas SMPN 1 Karangsambung)

Sapto mengharapkan para siswa yang sudah biasa bermain medsos bisa menjadi pengguna medos sepertu youtuber serta konten kreator yang baik sehingga ada ilmu yang didapat dari pelaku media massa.

”Mumpung kalian mendapatkan kesempatan yang sangat berharga, silahkan workhsop ini diikuti sebaik-baiknya dengan harapan di antara kalian kelak ada yang menjadi jurnalis, wartawan atau penulis yang hebat,”tandas Sapto.

Wakil Kepala Sekolah SMPN 1 Karangsambung Eko Wahyudi menyatakan, pelatihan menulis bagi kader penggerak literasi sekolah itu dengan tema Menulis Nonfiksi bagi Kader Literasi Sekolah.

Eko meminta para peserta mengikuti kegiatan dengan tekun dan banyak bertanya untuk memperkuat literasi sekolah.”Kalian sebagai kader penggerak literasi harus banyak bertanya dan berani bertanya kepada narasumber agar mampu menulis dengan baik.”

Komper Wardopo mengajak para siswa penggerak literasi untuk membudayakan literasi dengan gemar membaca dan menulis. Supaya bisa menjadi penulis yang baik, harus banyak membaca dan suka membaca. Bacaan apa saja, bisa media, internet, jurnal, buku maupun yang lain.

Wardopo menyarankan pelajar untuk mencatat apa saja yang dianggap penting setiap habis membaca. Pelajar perlu mencermati gaya bahasa setiap penulis. Adapun menulis nonfiksi pada dasarnya menulis berdasarkan fakta atau kejadian, bukan imajinasi dan bukan hoaks.

Dalam menuangkan tulisan, Wardopo menyarankan menerapkan rumus berita 5W+1H, menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Gunakan struktur kalimat yang benar, serta pilihan kata atau diksi yang tepat.

Agar tulisan nonfiksi menjadi padat berisi, dilengkapi teori, referensi, data serta angka sebagai pendukung. Penggerak literasi sekolah perlu membudayakan gemar membaca buku dan infomasi agar karya tulisan menarik bagi pembaca.

“Gunakan kalimat yang padat singkat  sehingga efektif efisien atau pendek-pendek. Jangan terlalu banyak kata dalan setiap paragraf. Menulis berarti berkarya untuk orang lain sehingga tulisan kita harus menarik dan mudah dipahami oleh pembaca,”pesan Wardopo.

SMPN 1 Karsangsambung pada 2014 pernah Juara 1 PMR Madya tingkat Jateng. Sekolah itu mendapatkan hadiah shelter atau bangunan aman bencana.

SMPN 1 Karangsambung di Desa Kaligending itu juga merupakan Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Jateng. Saat ini terus menggaungkan budaya literasi sekolah dengan menulis buku bersama para guru dan meresensi buku-buku baru di Disarpus Kebumen.

Komper Wardopo