blank
Para Komisioner KPU Wonogiri (deret menghadap lensa dari kiri ke kanan), Toto Sihsetyo Adi, Doni Hafidhian, Satya Graha, Irawan Ary Wibowo dan Dwi Prasetyo serta Mayaris Kusdi (Bawaslu), saat tampil dalam acara coffe morning.(SB/Bambang Pur)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Sikap apatis pemilih, dapat berpotensi jadi kendala dalam upaya meningkatkan jumlah partisipasi pada Pemilihan Umum (Pemilu). Masalah ini, Kamis (18/12/25), ikut mencuat dalam bahasan terkait dengan invalid vote di forum coffee morning bersama awak media yang digelar KPU Wonogiri.

Dalam acara coffe morning tersebut, KPU Wonogiri membeberkan serangkaian kinerja dan hasilnya, serta capaian prestasi yang menjadi refleksi akhir Tahun 2025. Ini menyangkut Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB), pemutakhiran Parpol secara berkelanjutan, dan sosialisasi serta pendidikan pemilih berkelanjutan untuk pemilih pemula.

Acara tersebut dipandu oleh Moderator Ajun Listyatmoko. Dihadiri oleh Ketua bersama para Anggota KPU Kabupaten Wonogiri, yakni Satya Graha, Toto Sehsetyo Adi, Dwi Prasetyo, Irawan Ary Wibowo dan Doni Hafidhian. Ikut hadir pula Ketua Bawaslu Wonogiri yang diwakili oleh Mayaris Kusdi.

Wartawan Bambang Pur atas nama awak media, menyampaikan apresiasi terhadap serangkaian kinerja KPU Wonogiri yang dilakukan dalam kiat meningkatkan kuantitas dan kualitas Pemilu, termasuk usaha gigih dalam upaya meningkatkan jumlah partisipasi pemilih. Baik melalui edukasi kepada para siswa sebagai pemilih pemula, kepada para lansia sebagai pemilih rentan maupun kepada kaum difabel.

Juga upaya melalui program edukasi model Sabdatama, Dhayohe, pendampingan Pilketos (Pemilihan Ketua Osis), Kelas demokrasi, sosialisasi dan pendidikan pemilih berkelanjutan untuk kelompok marginal.

Terkait ini, disampaikan pantun Beli duku ke pasar Minggu/ Jangan lupa beli mengkudu/ Saya berdoa KPU sukses selalu/ Amanah dalam melaksanakan azas Pemilu.

Kendala

Tapi di balik usaha gigih tersebut, diingatkan bahwa sikap apatis sebagian pemilih dapat berpotensi menjadi kendala untuk meningkatkan partisipasi Pemilu.

Ketua KPU Wonogiri, Satya Graha, menyatakan, hasil riset yang dilakukan Imapres (Ikatan Mahasiswa Berprestasi) Wonogiri, menunjukkan, 90 persen kasus invalid vote dipicu oleh pemilih yang paham akan arti pentingnya Pemilu. Sebanyak 77,3 persen, itu dilakukan kaum muda sebagai manuver protes politik.

Sikap apatis pemilih, akan menjadi sesuatu yang paradoksal dengan upaya meningkatkan jumlah partisipasi pemilih pada pelaksanaan Pemilu. Baik itu Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) untuk memilih Bupati-Wakil Bupati, Wali Kota-Wakil Wali Kota, Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) maupun Pemilihan Presiden-Wakil Presiden. Juga pada Pemilu Legislatif di tingkat daerah, provinsi maupun pusat.

Menyikapi hal tersebut, KPU bertekad akan memberikan edukasi kepada pemilih, dengan menekankan tentang pentingnya arti dan makna berdemokrasi. Yakni tidak sekadar memberikan pelatihan nyoblos yang benar, tapi juga memberikan penyadaran tentang pentingnya tujuan Pemilu dilakukan.

Ketua KPU Wonogiri, Satya Graha, menyatakan, hasil survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) menyebutkan, kepuasan masyarakat terhadap pelayanan KPU Wonogiri mencapai angka 90,60 persen. Angka ini berada pada kategori yang sangat baik. KPU Wonogiri memperoleh setidak-tidaknya 8 penghargaan atas prestasi kinerjanya. Terdiri atas 6 penghargaan dari KPU Jateng dan dua dari KPU Pusat.(Bambang Pur)