blank
Serda Awaludin dari Koramil-22 Slogohimo Kodim 0728 Wonogiri, tengah memberikan pembimbingan praktik pertolongan pertama kepada korban bencana.(Dok.Pendim 0728 Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi menjadi  tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Penegasan ini disampaikan Serda Awaludin dari Koramil-22/Slogohimo Kodim 0728 Wonogiri.

Dandim 0728 Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihabuan melalui Penerangan Kodim (Pendim) Peltu Indra, menyatakan, mewakili Danramil-22 Slogohimo, Serda Awaludin, menyampaikan hal tersebut di kegiatan pelatihan penanggulangan bencana di Balai Desa Waru, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri.

Pelatihan dilaksanakan dalam rangka kesiapsiagaan tanggap bencana skala lokal tingkat desa di wilayah Kecamatan Slogohimo Kabupaten Wonogiri. Kegatan ini melibatkan prajurit TNI AD, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Pemerintah Desa (Pemdes) Waru Pimpinan Kepala Desa (Kades) Wisnu Sejati dan Teguh sebagai Pendamping Desa. Pelatihan diikuti oleh para Ketua RT dan Ketua RW, serta para Anggota Destana Desa Waru.

Kepada para peserta, Serda Awaludin menyatakan, peran TNI di tingkat Koramil dan personel Babinsa, terlibat langsung dalam mendukung upaya mitigasi dan penanggulangan bencana. ”Ini menjadi bagian dari tugas kemanusiaan dan pembinaan teritorial,” tegas Serda Awaludin.

Kades Waru, Wisnu Sejati, menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya pelatihan. Baik yang bertindak sebagai narasumber, panitia, peserta dan dari Pemerintah Daerah (Pemda). Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Desa, untuk mewujudkan desa yang tangguh bencana. Yang itu mengedepankan tentang pentingnya kesiapsiagaan, mitigasi dan respons darurat, untuk mengurangi resiko bencana.

Pemahaman

Pelatihan digelar dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat, dalam menghadapi bencana yang mungkin terjadi di tingkat desa. Melalui  pelatihan, diharapkan para pihak terkait dapat berperan aktif untuk ikut tampil dalam penanggulangan bencana. Baik perlindungan untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing.

Komandan Koramil -22/Slogohimo  yang diwakili  Serda Awaludin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa, BPBD dan semua pihak, atas terselenggaranya pelatihan. Berkaitan ini, yang perlu diwaspadai di musim penghujan ini, adalah potensi bencana alam hidrometeorologi, seperti puting beliung, pohon tumbang, banjir dan tanah longsor.

Dengan harapan, ketika warga masyarakat memiliki kemampuan untuk mengenali ancaman bencana, kiranya mampu melakukan langkah-langkah antisipasi. Seperti evakuasi mandiri secara efektif dan paham saat harus memberikan pertolongan dan penanganan mitigasi berkelanjutan.

Kepada peserta pelatihan, diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemetaan resiko bencana, penyusunan rencana kontinjensi desa, serta pelibatan aktif warga dalam setiap tahapan penanggulangan bencana. Mulai dari pencegahan hingga pemulihan.(Bambang Pur)